Key insights and market outlook
Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar mengubah semangatnya untuk pendidikan anak menjadi bisnis buku pop-up yang sukses, menghasilkan pendapatan bulanan Rp 30-50 juta. Dimulai dengan kegiatan amal pada 2017, ia mulai membuat buku pop-up yang akhirnya menjadi usaha yang menguntungkan setelah memamerkannya di festival buku internasional Big Bad Wolf.
Perjalanan Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar ke dunia buku pop-up dimulai dengan tindakan kebaikan sederhana pada tahun 2017. Mengadakan playdate dan kegiatan kreatif untuk anak-anak tetangga di rumahnya di Ujungberung, Bandung, berkembang menjadi Kreatifafa, sebuah ruang kreatif yang akhirnya menjadi bisnis yang berkembang. Motivasi awalnya murni amal, dengan Fatchul memberikan buku kepada anak-anak yang mengunjungi rumahnya.
Bisnis mulai terbentuk ketika Fatchul kembali dari luar negeri pada tahun 2019, setelah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya. Dia membuat 250 buku pop-up seperti yang dijanjikan kepada anak-anak yang sebelumnya mengunjungi dia. Ketika teman-teman dan kenalan menunjukkan minat untuk membeli buku serupa, Fatchul melihat peluang. Dia menginvestasikan Rp 70 juta untuk memproduksi 500 buku pop-up untuk festival buku internasional Big Bad Wolf (BBW), di mana mereka terjual habis.
Kreatifafa sejak itu telah diversifikasi penawarannya melampaui buku pop-up untuk memasukkan merchandise, permainan papan, dan animasi. Kreasi perusahaan telah mendapatkan pengakuan internasional, dengan hak atas beberapa judul yang diakuisisi oleh negara-negara seperti Arab Saudi dan Jerman. Bisnis ini sekarang menghasilkan pendapatan bulanan sebesar Rp 30-50 juta.
Fatchul belajar pelajaran berharga tentang biaya yang terlibat dalam memproduksi produk artistik berkualitas tinggi. Awalnya, margin keuntungan tidak signifikan karena biaya produksi dan kurva belajar yang terkait dengan membangun bisnis baru. Namun, seiring pertumbuhan Kreatifafa, demikian pula profitabilitas dan jangkauannya. Perusahaan telah berkembang ke Yogyakarta dan bahkan mendirikan sebuah pesantren.
Kisah Fatchul adalah bukti bagaimana tindakan kebaikan sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang sukses dengan visi dan eksekusi yang tepat. Kesuksesan Kreatifafa di pasar buku pop-up menunjukkan potensi kewirausahaan kreatif di sektor pendidikan anak yang sedang tumbuh di Indonesia.
Initial Investment of Rp 70 million
Monthly Revenue Rp 30-50 million