Indonesian Woman Turns Storytelling into Lucrative Pop-Up Book Business
Back
Back
3
Impact
2
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Wanita Indonesia Ubah Kisah Menjadi Bisnis Buku Pop-Up yang Menguntungkan

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar mengubah semangatnya untuk pendidikan anak menjadi bisnis buku pop-up yang sukses, menghasilkan pendapatan bulanan Rp 30-50 juta. Dimulai dengan kegiatan amal pada 2017, ia mulai membuat buku pop-up yang akhirnya menjadi usaha yang menguntungkan setelah memamerkannya di festival buku internasional Big Bad Wolf.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Dari Amal Menjadi Bisnis: Munculnya Pengusaha Buku Pop-Up

Mengubah Semangat Menjadi Keuntungan

Perjalanan Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar ke dunia buku pop-up dimulai dengan tindakan kebaikan sederhana pada tahun 2017. Mengadakan playdate dan kegiatan kreatif untuk anak-anak tetangga di rumahnya di Ujungberung, Bandung, berkembang menjadi Kreatifafa, sebuah ruang kreatif yang akhirnya menjadi bisnis yang berkembang. Motivasi awalnya murni amal, dengan Fatchul memberikan buku kepada anak-anak yang mengunjungi rumahnya.

Titik Balik: Dari Hadiah Menjadi Produk

Bisnis mulai terbentuk ketika Fatchul kembali dari luar negeri pada tahun 2019, setelah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya. Dia membuat 250 buku pop-up seperti yang dijanjikan kepada anak-anak yang sebelumnya mengunjungi dia. Ketika teman-teman dan kenalan menunjukkan minat untuk membeli buku serupa, Fatchul melihat peluang. Dia menginvestasikan Rp 70 juta untuk memproduksi 500 buku pop-up untuk festival buku internasional Big Bad Wolf (BBW), di mana mereka terjual habis.

Ekspansi Bisnis dan Pengakuan Internasional

Kreatifafa sejak itu telah diversifikasi penawarannya melampaui buku pop-up untuk memasukkan merchandise, permainan papan, dan animasi. Kreasi perusahaan telah mendapatkan pengakuan internasional, dengan hak atas beberapa judul yang diakuisisi oleh negara-negara seperti Arab Saudi dan Jerman. Bisnis ini sekarang menghasilkan pendapatan bulanan sebesar Rp 30-50 juta.

Pelajaran dan Pertumbuhan

Fatchul belajar pelajaran berharga tentang biaya yang terlibat dalam memproduksi produk artistik berkualitas tinggi. Awalnya, margin keuntungan tidak signifikan karena biaya produksi dan kurva belajar yang terkait dengan membangun bisnis baru. Namun, seiring pertumbuhan Kreatifafa, demikian pula profitabilitas dan jangkauannya. Perusahaan telah berkembang ke Yogyakarta dan bahkan mendirikan sebuah pesantren.

Kesimpulan

Kisah Fatchul adalah bukti bagaimana tindakan kebaikan sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang sukses dengan visi dan eksekusi yang tepat. Kesuksesan Kreatifafa di pasar buku pop-up menunjukkan potensi kewirausahaan kreatif di sektor pendidikan anak yang sedang tumbuh di Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Creative EntrepreneurshipChildren's EducationSmall Business Success

Key Events

1

Initial Investment of Rp 70 million

2

Monthly Revenue Rp 30-50 million

Timeline from 1 verified sources