Defisit APBN 2025 Diprediksi Lebih Rendah dari Perkiraan
Pertumbuhan Ekonomi dan Manajemen Fiskal
Defisit APBN 2025 diproyeksikan lebih rendah dari proyeksi awal, yaitu sekitar 2,29% dari PDB 1. Angka ini berada di bawah target awal 2,53% dari PDB dan outlook Kementerian Keuangan sebesar 2,78% dari PDB. Defisit yang lebih rendah ini disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi dan manajemen fiskal pemerintah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan momentum positif, dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa ekonomi akan tumbuh 5,6-5,7% di Kuartal IV 2025 3. Optimisme ini didasarkan pada kelanjutan kebijakan pemerintah yang efektif dan perkembangan positif di berbagai sektor ekonomi. Untuk tahun 2026, Menteri Keuangan memproyeksikan pertumbuhan lebih cepat menjadi 6%, menunjukkan jalur pemulihan yang kuat.
Kontribusi Sektor
Pertumbuhan ekonomi di Kuartal III 2025 mencapai 5,04%, dengan kontribusi signifikan dari: 3
- Sektor manufaktur (kontribusi 1,13%)
- Sektor perdagangan (kontribusi 0,72%)
- Informasi dan komunikasi (kontribusi 0,63%)
- Pertanian (kontribusi 0,61%)
Sektor-sektor ini sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan meskipun adanya tantangan ekonomi global.
Disiplin Fiskal
Menteri Keuangan Purbaya menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah ambang batas 3% yang diamanatkan oleh undang-undang 4. Hingga 30 September 2025, defisit mencapai Rp 371,5 triliun, atau 1,56% dari PDB, masih dalam batas aman. Menteri Keuangan meyakinkan bahwa pemerintah akan terus mengelola kebijakan fiskal dengan hati-hati untuk menyeimbangkan stimulasi pertumbuhan dengan keberlanjutan fiskal.
Sumber
- [Kontan - Defisit APBN 2025 Berpotensi di Bawah Target](
- [Kontan - Realisasi Belanja Seret, Defisit APBN 2025 Diperkirakan Mengecil dari Target](
- [Detik Finance - Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,7% di Kuartal IV](
- [Detik Finance - Purbaya Jamin Defisit Anggaran Tetap di Bawah 3%](