Key insights and market outlook
Defisit APBN 2025 diperkirakan akan melebar melampaui target awal sebesar 2,78% dari PDB, terutama karena penerimaan pajak yang kurang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelebaran defisit tersebut namun menjamin bahwa defisit tersebut akan tetap di bawah ambang batas 3% yang ditetapkan oleh undang-undang. Angka pasti shortfall penerimaan pajak dan defisit akhir belum diungkap, menunggu proses rekonsiliasi data keuangan.
Defisit APBN 2025 diperkirakan akan melebar melampaui target awal sebesar 2,78% dari PDB, terutama karena penerimaan pajak yang kurang. Pengembangan ini dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menekankan bahwa meskipun defisit membesar, defisit tersebut tidak akan melanggar ambang batas 3% yang ditetapkan oleh undang-undang.
Faktor utama yang menyebabkan pelebaran defisit adalah kinerja penerimaan pajak yang kurang. Hingga akhir November 2025, penerimaan pajak hanya mencapai 78,7% dari target proyeksi, menunjukkan adanya shortfall yang signifikan. Menteri Sadewa mengattribusikan kinerja ini pada berbagai faktor yang mempengaruhi ekonomi tetapi tidak memberikan breakdown rinci jumlah shortfall atau angka defisit akhir, mengutip kebutuhan untuk rekonsiliasi data lebih lanjut.
Meskipun tantangan, Menteri Keuangan menjamin bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengelola defisit secara efektif, memastikan defisit tersebut tetap dalam batas yang diizinkan secara hukum. Komitmen ini sangat penting untuk menjaga disiplin fiskal dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
Menteri Sadewa berjanji akan mempresentasikan gambaran komprehensif realisasi APBN 2025, termasuk data keuangan rinci, pada minggu depan. Pengungkapan ini akan memberikan kejelasan pada angka defisit akhir dan sejauh mana shortfall penerimaan pajak, menawarkan wawasan pada pengelolaan fiskal pemerintah dan strategi ekonomi untuk tahun mendatang.
Pelebaran Defisit APBN 2025
Shortfall Penerimaan Pajak