Defisit APBN 2025 Indonesia Melebar seiring Peningkatan Pinjaman Pemerintah
Defisit yang Lebih Luas untuk Mendukung Ekonomi
Defisit APBN 2025 Indonesia melebar ke 2,92% dari PDB, senilai Rp 695,1 triliun, melebihi target awal 2,53% 4. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perluasan ini diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi melalui langkah-langkah countercyclical. Pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran yang signifikan, menghemat Rp 100 triliun melalui manajemen keuangan yang hati-hati 1.
Peningkatan Pinjaman Pemerintah
Pemerintah melakukan pinjaman sebesar Rp 736,3 triliun di 2025, mencapai 94,9% dari target total Rp 775,9 triliun 5. Pinjaman ini terutama melalui penerbitan surat berharga negara (SBN), mendukung kebutuhan pembiayaan defisit dan investasi 6. Total pembiayaan anggaran mencapai Rp 744 triliun, melebihi target awal Rp 616,2 triliun 6.
Implementasi Program dan Penyerapan Anggaran
Program makan bergizi gratis (MBG) berhasil menyerap Rp 51,5 triliun dari anggaran yang dialokasikan, dengan manfaat langsung bagi masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun 3. Hal ini menunjukkan implementasi efektif program sosial bersamaan dengan manajemen fiskal.
Pertimbangan Kebijakan Fiskal
Meski defisit yang melebar dapat menimbulkan kekhawatiran, Purbaya menekankan bahwa menjaga defisit di bawah 3% tetap menjadi prioritas, sesuai ketentuan hukum 4. Pemerintah mengimbangi antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga kehati-hatian fiskal.
Sumber
- [Detik Finance - Wamenkeu Klaim Belanja Pemerintah](
- [Kontan - Menkeu Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa](
- [Detik Finance - Program MBG Serap Anggaran](
- [Detik Finance - Purbaya: Saya buat APBN Nol Defisit Bisa](
- [Detik Finance - Pemerintah Tarik Utang](
- [Kontan - Pemerintah Tarik Utang Baru](