Key insights and market outlook
Defisit APBN 2025 mencapai 2,92% dari PDB, atau Rp 695,1 triliun, akibat penerimaan pajak yang lebih rendah dari target dan peningkatan belanja pemerintah. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penerimaan pajak kurang Rp 271,7 triliun, hanya mencapai 87,6% dari target. Meskipun tantangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi tetap positif dengan pertumbuhan kuartal IV-2025 diperkirakan 5,45% 4
Defisit APBN 2025 Indonesia melebar menjadi 2,92% dari PDB, atau Rp 695,1 triliun, seiring tantangan ekonomi signifikan yang dihadapi pemerintah 3
Penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.917,6 triliun, atau 87,6% dari target Rp 2.189,3 triliun, sehingga terjadi kekurangan Rp 271,7 triliun 4
Pola belanja pemerintah menunjukkan variasi signifikan di berbagai kategori. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.602,3 triliun, atau 96,3% dari anggaran Rp 2.701,4 triliun 5
Peningkatan besar dalam belanja kementerian/lembaga disebabkan oleh realokasi anggaran dan pengeluaran tambahan. Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, beberapa pos anggaran non-kementerian/lembaga direklasifikasi sebagai belanja kementerian/lembaga, sehingga berkontribusi pada peningkatan signifikan 1
Meskipun tantangan fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal IV-2025 mencapai 5,45%, meskipun sedikit di bawah target awal 5,7%. Pertumbuhan ini masih lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, menunjukkan tren ekonomi positif 4
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa defisit anggaran bukan masalah utama selama pertumbuhan ekonomi terjaga. Pemerintah tampaknya memprioritaskan dukungan pertumbuhan ekonomi daripada pengurangan defisit yang ketat, dengan menjaga defisit di bawah ambang batas 3% sesuai hukum 3
2025 Budget Deficit Expansion
Tax Revenue Shortfall
Increased Government Spending