Indonesia's 2025 Budget Deficit Widens to 2.92% of GDP Amid Economic Challenges
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 8
Sources7 verified

Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92% dari PDB di Tengah Tantangan Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·8 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Defisit APBN 2025 mencapai 2,92% dari PDB, atau Rp 695,1 triliun, akibat penerimaan pajak yang lebih rendah dari target dan peningkatan belanja pemerintah. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penerimaan pajak kurang Rp 271,7 triliun, hanya mencapai 87,6% dari target. Meskipun tantangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi tetap positif dengan pertumbuhan kuartal IV-2025 diperkirakan 5,45% 4

.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Defisit APBN 2025 Indonesia Membengkak Jadi 2,92% dari PDB

Tantangan Ekonomi dan Kinerja Fiskal

Defisit APBN 2025 Indonesia melebar menjadi 2,92% dari PDB, atau Rp 695,1 triliun, seiring tantangan ekonomi signifikan yang dihadapi pemerintah 3

. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa perluasan ini terutama disebabkan oleh penerimaan pajak yang lebih rendah dari perkiraan dan peningkatan belanja pemerintah.

Kekurangan Pendapatan

Penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.917,6 triliun, atau 87,6% dari target Rp 2.189,3 triliun, sehingga terjadi kekurangan Rp 271,7 triliun 4

. Kekurangan pendapatan ini menjadi kontributor utama perluasan defisit meskipun upaya pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal.

Belanja Pemerintah

Pola belanja pemerintah menunjukkan variasi signifikan di berbagai kategori. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.602,3 triliun, atau 96,3% dari anggaran Rp 2.701,4 triliun 5

. Dalam hal ini, belanja kementerian/lembaga melonjak menjadi Rp 1.500,4 triliun, atau 129,3% dari anggaran awal Rp 1.324 triliun 12.

Penyesuaian Anggaran

Peningkatan besar dalam belanja kementerian/lembaga disebabkan oleh realokasi anggaran dan pengeluaran tambahan. Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, beberapa pos anggaran non-kementerian/lembaga direklasifikasi sebagai belanja kementerian/lembaga, sehingga berkontribusi pada peningkatan signifikan 1

.

Pertumbuhan Ekonomi

Meskipun tantangan fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal IV-2025 mencapai 5,45%, meskipun sedikit di bawah target awal 5,7%. Pertumbuhan ini masih lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, menunjukkan tren ekonomi positif 4

.

Respons Kebijakan Fiskal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa defisit anggaran bukan masalah utama selama pertumbuhan ekonomi terjaga. Pemerintah tampaknya memprioritaskan dukungan pertumbuhan ekonomi daripada pengurangan defisit yang ketat, dengan menjaga defisit di bawah ambang batas 3% sesuai hukum 3

.

Sumber

  1. [Kontan - Belanja K/L Membengkak Hingga 129,3%](
  2. [Kontan - Wamenkeu Ungkap Alasan Pembengkakan Belanja K/L 2025](
  3. [Detik Finance - Defisit APBN 2025 Hampir 3%](
  4. [Detik Finance - Target Meleset Jauh, Setoran Pajak 2025 Kurang Rp 271 Triliun](
  5. [Detik Finance - Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 2.602 T di 2025](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
16 min
Sources
7 verified

Topics Covered

Fiscal PolicyBudget DeficitEconomic Growth

Key Events

1

2025 Budget Deficit Expansion

2

Tax Revenue Shortfall

3

Increased Government Spending

Timeline from 7 verified sources