Key insights and market outlook
Defisit APBN 2025 membesar menjadi 2,92% PDB, melebihi proyeksi awal 2,78%. Peningkatan ini disebabkan oleh belanja pemerintah yang lebih tinggi, terutama oleh kementerian dan lembaga (K/L) yang melebihi target anggaran sebesar 29,3% 2
Defisit APBN 2025 Indonesia melebar menjadi 2,92% PDB, melampaui target awal 2,78%. Perluasan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pengeluaran pemerintah, khususnya oleh berbagai kementerian dan lembaga (K/L). Lonjakan belanja ini terkait langsung dengan struktur kabinet yang lebih besar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto 2
Realisasi belanja K/L mencapai Rp 1.500,4 triliun pada akhir Desember 2025, mewakili 129,3% dari target APBN awal sebesar Rp 1.275,6 triliun. Angka ini juga menandai peningkatan 14% year-on-year dibandingkan pengeluaran Rp 1.315 triliun pada 2024 2
David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia, mencatat bahwa meskipun defisit yang melebar mungkin mempengaruhi sentimen investor terhadap obligasi pemerintah, dampak keseluruhan diharapkan relatif terkendali. Defisit tetap di bawah ambang batas hukum 3%, yang seharusnya membantu menjaga kepercayaan investor 1
Peningkatan signifikan dalam pengeluaran K/L terkait langsung dengan perluasan kabinet dari 34 menjadi 48 kementerian/lembaga. Perubahan struktural ini membutuhkan alokasi anggaran tambahan, berkontribusi pada pengeluaran yang lebih tinggi dari perkiraan 2
2025 Budget Deficit Expansion
Government Spending Surge