Indonesia's 2025 Tax Revenue Falls Short of Target, Reaching Only 74.62% of Goal
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 17
Sources3 verified

Penerimaan Pajak 2025 Indonesia Mencapai 74,62% dari Target, Menunjukkan Defisit

Tim Editorial AnalisaHub·17 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Penerimaan pajak Indonesia untuk tahun 2025 telah mencapai Rp 1.633,82 triliun per November, atau 74,62% dari target tahunan sebesar Rp 2.189,3 triliun 1

. Defisit anggaran 2025 berpotensi melebar akibat kurangnya penerimaan pajak. Kementerian Keuangan mengakui tantangan dalam mencapai target meskipun ada upaya untuk meningkatkan pendapatan di bulan terakhir 2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Defisit Anggaran 2025 Mengancam Akibat Penerimaan Pajak yang Kurang

Pengumpulan Pajak Jatuh di Bawah Target

Pengumpulan pajak Indonesia untuk tahun 2025 mengalami kekurangan signifikan. Hingga November 2025, pemerintah hanya berhasil mengumpulkan Rp 1.633,82 triliun, atau 74,62% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 2.189,3 triliun 1

. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan penerimaan pajak bruto sebesar 1,9%, namun setelah penyesuaian untuk pengembalian dana dan komponen lainnya, pendapatan neto sebenarnya kontraksi sebesar 3,25% 1.

Kekhawatiran Terhadap Melebarnya Defisit Anggaran

Kekurangan penerimaan pajak ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi melebarnya defisit anggaran 2025. Proyeksi awal penerimaan pajak untuk 2025 adalah Rp 2.076,9 triliun, yang sudah lebih rendah dari target asli 2

. Dengan tingkat pengumpulan saat ini, Kementerian Keuangan mengakui bahwa defisit kemungkinan akan melebar. Namun, pemerintah berupaya meningkatkan pengumpulan pajak di bulan terakhir tahun ini untuk mengurangi dampak pada defisit anggaran 2.

Upaya Pemerintah Mengatasi Kekurangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa meskipun defisit diperkirakan akan melebar, pemerintah berupaya mencegahnya menjadi lebih parah 2

. Kementerian Keuangan fokus pada peningkatan kepatuhan pajak dan mencari sumber pendapatan lain untuk meminimalkan kesenjangan antara penerimaan aktual dan target.

Implikasi untuk Ekonomi Indonesia

Kekurangan penerimaan pajak dan potensi melebarnya defisit anggaran dapat memiliki implikasi signifikan bagi ekonomi Indonesia. Defisit yang lebih besar dapat menyebabkan peningkatan pinjaman, yang berpotensi mempengaruhi peringkat kredit dan stabilitas ekonomi negara. Pemerintah perlu mengelola keuangan dengan hati-hati untuk menyeimbangkan kebutuhan stimulus fiskal dengan disiplin fiskal.

Sumber

  1. [Kontan - Realisasi Penerimaan Pajak Baru Terkumpul 74,62% hingga November 2025](
  2. [Kontan - Penerimaan Loyo, Defisit Rawan Melebar, APBN 2025 Di Tepi Jurang?](
  3. [Kontan - Jauh dari Target, Penerimaan Pajak Baru Terkumpul Rp 1.633 Triliun per November 2025](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Tax RevenueBudget DeficitFiscal Policy

Key Events

1

Tax Revenue Shortfall

2

Budget Deficit Concerns

3

Fiscal Policy Adjustments

Timeline from 3 verified sources