Key insights and market outlook
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 Indonesia direncanakan untuk mempertahankan kebijakan fiskal ekspansif dengan target defisit 2,68% PDB, dengan fokus pada stimulasi pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial. Ekonom menekankan bahwa kualitas dan efektivitas belanja akan sangat krusial karena defisit mendekati ambang batas 3% PDB, yang berpotensi mempengaruhi kepercayaan investor. Struktur anggaran menunjukkan bahwa belanja pemerintah pusat akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 Indonesia dirancang dengan pendekatan fiskal ekspansif, mempertahankan target defisit 2,68% PDB 1
Ekonom dari institusi keuangan terkemuka menekankan bahwa keberhasilan APBN 2026 tidak akan bergantung pada besarnya anggaran, namun pada efektivitas dan kualitas belanja 1
Struktur anggaran 2026 menunjukkan bahwa belanja pemerintah pusat akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi 2
Kebijakan fiskal ekspansif melalui peningkatan belanja pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, tantangannya terletak pada menjaga keseimbangan antara stimulasi pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal. Kemampuan pemerintah dalam mengelola keseimbangan ini akan diawasi ketat oleh investor dan dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
2026 Budget Announcement
Expansionary Fiscal Policy Implementation