Indonesia's 2026 Economic Outlook: Growth Targets and Financial Stability
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 24
Sources2 verified

Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Target Pertumbuhan dan Stabilitas Keuangan

Tim Editorial AnalisaHub·24 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit 8-12% di 2026 untuk menyeimbangkan stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, DBS Group Research memprediksi pertumbuhan PDB 5,2% untuk Indonesia di 2026, didukung oleh kebijakan fiskal ekspansif dan kondisi moneter yang akomodatif. Outlook ekonomi ini menyoroti pergeseran menuju pertumbuhan yang lebih seimbang, peningkatan belanja fiskal, dan iklim investasi yang membaik.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Menyeimbangkan Pertumbuhan dan Stabilitas

Target Pertumbuhan Kredit untuk Stabilitas Keuangan

Bank Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan kredit antara 8-12% di 2026, dengan mempertimbangkan kisaran ini ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi 1

. Menurut Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro, pertumbuhan di luar kisaran tersebut dapat menekan ketahanan perbankan atau memperlambat pemulihan ekonomi. Target ini mencerminkan keseimbangan antara fungsi intermediasi perbankan dan risiko stabilitas, terutama dalam menjaga kualitas kredit dan permodalan.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

DBS Group Research memproyeksikan PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,2% di 2026, didorong oleh kebijakan fiskal ekspansif termasuk paket stimulus "8+4+5" senilai IDR 16,2 triliun 2

. Perkiraan ini didukung oleh peningkatan belanja publik, kinerja perdagangan eksternal yang positif, dan iklim investasi yang membaik. Pergeseran dari kebijakan fiskal konservatif menuju kebijakan yang lebih ekspansif terlihat dari defisit yang lebih besar (-2,68% dari PDB) dan peningkatan belanja untuk kesejahteraan sosial, keamanan pangan, dan pertahanan, namun tetap di bawah ambang batas 3% PDB.

Kebijakan Moneter dan Outlook Inflasi

Kebijakan moneter diperkirakan tetap dovish, dengan potensi penurunan suku bunga lanjutan hingga 75 bps, intervensi pasar valuta, dan ekspansi likuiditas untuk mendukung pertumbuhan kredit dan transmisi kebijakan 2

. Inflasi diproyeksikan rata-rata 2,5% year-on-year, dengan tekanan terbatas dari harga pangan dan logam mulia. Stabilitas makroekonomi diharapkan tetap terjaga meskipun defisit transaksi berjalan melebar menjadi -1% dari PDB.

Stabilitas Valuta dan Eksternal

Rupiah Indonesia diperkirakan memasuki 2026 dengan posisi lebih stabil setelah operasi valas Bank Indonesia yang menjaga USD/IDR antara 16.500-16.800. Meskipun rupiah tetap rentan terhadap risiko domestik dan eksternal, BI memproyeksikan rata-rata USD/IDR 16.430 di 2026, sedikit lebih baik dibanding asumsi makro pemerintah. Tinjauan Pasal IV IMF terbaru menyoroti Indonesia sebagai "titik terang global" dengan stabilitas makroekonomi yang kuat, inflasi terkendali, dan defisit neraca berjalan yang terkelola.

Kinerja Pasar dan Sentimen Investor

Pasar saham Jakarta mencatat kenaikan sebesar 22% sepanjang 2025, didorong oleh pertumbuhan investor domestik dari 15 juta menjadi 19 juta akun. Imbal hasil obligasi 10 tahun menyempit lebih cepat dibandingkan dengan yield AS. Namun, rupiah tetap sensitif terhadap risiko domestik dan eksternal, terutama kredibilitas kebijakan dan dinamika perdagangan global. Divergensi antara CDS spread dan pergerakan nilai tukar mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal kabinet baru.

Sumber

  1. [Kontan](
  2. [Bisnis.com](
Original Sources

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
16 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Economic Growth ProjectionMonetary PolicyFinancial Stability

Key Events

1

2026 Economic Outlook

2

Credit Growth Target

3

Fiscal Policy Shift

Timeline from 2 verified sources