Key insights and market outlook
Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit 8-12% di 2026 untuk menyeimbangkan stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, DBS Group Research memprediksi pertumbuhan PDB 5,2% untuk Indonesia di 2026, didukung oleh kebijakan fiskal ekspansif dan kondisi moneter yang akomodatif. Outlook ekonomi ini menyoroti pergeseran menuju pertumbuhan yang lebih seimbang, peningkatan belanja fiskal, dan iklim investasi yang membaik.
Bank Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan kredit antara 8-12% di 2026, dengan mempertimbangkan kisaran ini ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi 1
DBS Group Research memproyeksikan PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,2% di 2026, didorong oleh kebijakan fiskal ekspansif termasuk paket stimulus "8+4+5" senilai IDR 16,2 triliun 2
Kebijakan moneter diperkirakan tetap dovish, dengan potensi penurunan suku bunga lanjutan hingga 75 bps, intervensi pasar valuta, dan ekspansi likuiditas untuk mendukung pertumbuhan kredit dan transmisi kebijakan 2
Rupiah Indonesia diperkirakan memasuki 2026 dengan posisi lebih stabil setelah operasi valas Bank Indonesia yang menjaga USD/IDR antara 16.500-16.800. Meskipun rupiah tetap rentan terhadap risiko domestik dan eksternal, BI memproyeksikan rata-rata USD/IDR 16.430 di 2026, sedikit lebih baik dibanding asumsi makro pemerintah. Tinjauan Pasal IV IMF terbaru menyoroti Indonesia sebagai "titik terang global" dengan stabilitas makroekonomi yang kuat, inflasi terkendali, dan defisit neraca berjalan yang terkelola.
Pasar saham Jakarta mencatat kenaikan sebesar 22% sepanjang 2025, didorong oleh pertumbuhan investor domestik dari 15 juta menjadi 19 juta akun. Imbal hasil obligasi 10 tahun menyempit lebih cepat dibandingkan dengan yield AS. Namun, rupiah tetap sensitif terhadap risiko domestik dan eksternal, terutama kredibilitas kebijakan dan dinamika perdagangan global. Divergensi antara CDS spread dan pergerakan nilai tukar mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal kabinet baru.
2026 Economic Outlook
Credit Growth Target
Fiscal Policy Shift