Indonesia's 2026 Economic Outlook: Mixed Signals in Manufacturing and Trade
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 2
Sources5 verified

Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Sinyal Campuran di Manufaktur dan Perdagangan

Tim Editorial AnalisaHub·2 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan prospek beragam di 2026. Kementerian Perindustrian memproyeksikan ekspor manufaktur mencapai $236 miliar, didorong oleh sektor berteknologi tinggi seperti ILMATE 2

. Namun, muncul kekhawatiran terkait kuota impor besar komoditas penting seperti gula, daging sapi, dan garam yang menunjukkan keterbatasan produksi dalam negeri 1. Industri tekstil memperingatkan potensi ancaman dari persaingan global dan peningkatan impor kecuali perlindungan pasar domestik diperkuat 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Outlook Manufaktur dan Perdagangan Indonesia 2026

Sinyal Campuran dalam Proyeksi Ekonomi

Perekonomian Indonesia tahun 2026 menunjukkan gambaran kompleks dengan proyeksi optimis sekaligus tantangan signifikan di berbagai sektor. Kementerian Perindustrian memproyeksikan ekspor manufaktur mencapai $236 miliar pada 2026, mewakili pertumbuhan 1,45% dari tahun sebelumnya 2

. Proyeksi ini terutama didorong oleh sektor manufaktur berteknologi tinggi, khususnya subsektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) yang diperkirakan mencapai $99,58 miliar 2.

Proyeksi Ekspor dan Kontribusi Sektor

Proyeksi Kementerian Perindustrian untuk 2026 adalah sebagai berikut 2

:

  • Sektor ILMATE: $99,58 miliar
  • Sektor Industri Agro: $68,62 miliar
  • Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT): $58,17 miliar
  • Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA): $9,63 miliar

Angka-angka ini menunjukkan bahwa manufaktur berteknologi tinggi akan terus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekspor Indonesia. Ekspor manufaktur secara keseluruhan diproyeksikan menyumbang 74,85% dari total nilai ekspor nasional 2

.

Tantangan di Industri Kunci

Ketergantungan Impor Komoditas

Di balik proyeksi ekspor yang positif, muncul kekhawatiran terkait keputusan kuota impor pemerintah. Kementerian Perdagangan menetapkan kuota impor signifikan untuk 2026, termasuk 3,12 juta ton gula untuk industri, 17.097,95 ton daging sapi untuk industri, dan 1,18 juta ton garam untuk kebutuhan Chlor Alkali Plant (CAP) 1

. Ekonom menilai kuota besar ini sebagai bukti bahwa produksi domestik masih menghadapi tantangan struktural dan belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara konsisten 1.

Tekanan pada Industri Tekstil

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih tumbuh sekitar 4% di 2025 menghadapi tekanan struktural yang meningkat 3

. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (ApsyFi) memperingatkan bahwa tanpa perlindungan pasar domestik yang lebih kuat, industri ini akan terancam di 2026 akibat meningkatnya impor dan perubahan dinamika persaingan global 3.

Strategi Pemerintah dan Konteks Global

Inisiatif Kementerian Perdagangan

Kementerian Perdagangan tetap optimis terhadap pertumbuhan ekspor di 2026, terutama di sektor manufaktur berteknologi tinggi 4

. Proyeksi ini didukung oleh kinerja ekspor yang kuat selama 10 bulan pertama tahun 2025 yang mencapai $234,04 miliar, naik 6,96% dari periode yang sama tahun sebelumnya 4.

Navigasi Risiko Perdagangan Global

Kementerian Perdagangan mengakui adanya tantangan global signifikan, termasuk eskalasi perang dagang dan dampaknya terhadap permintaan dan rantai pasokan internasional 5

. Risiko potensial termasuk:

  1. Peningkatan volatilitas harga komoditas
  2. Penurunan permintaan di pasar ekspor utama
  3. Gangguan rantai pasokan bagi sektor ekspor yang bergantung pada bahan baku impor

Kesimpulan

Outlook ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan gambaran campuran. Sementara sektor manufaktur diproyeksikan tumbuh, terutama di bidang berteknologi tinggi, tantangan signifikan tetap ada dalam hal ketergantungan impor dan ketidakpastian perdagangan global. Kemampuan pemerintah untuk menyeimbangkan perlindungan industri domestik sambil mempromosikan pertumbuhan ekspor akan menjadi kunci dalam menentukan hasil aktual di 2026.

Sumber

  1. [Kontan - Kuota Impor](
  2. [Kontan - Proyeksi Ekspor Manufaktur](
  3. [Kontan - Kekhawatiran Industri Tekstil](
  4. [Kontan - Proyeksi Kementerian Perdagangan](
  5. [Kontan - Risiko Perdagangan Global](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
21 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Manufacturing ExportsTrade PolicyIndustrial GrowthGlobal Trade Risks

Key Events

1

Manufacturing Export Projection

2

Import Quota Announcement

3

Textile Industry Challenges

Timeline from 5 verified sources