Key insights and market outlook
Indonesia akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik senilai $6,1 miliar (Rp 95 triliun) di Karawang, Jawa Barat, pada semester pertama 2026. Pabrik baterai terintegrasi ini merupakan kerja sama antara BUMN Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium Cina CBL yang terdiri dari CATL, Brunp, dan Lygend. Proyek ini, yang mulai groundbreaking pada Juni 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, menandai langkah signifikan dalam pengembangan hilirisasi nikel dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Indonesia siap meluncurkan fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik (EV) senilai $6,1 miliar (Rp 95 triliun) di Karawang, Jawa Barat, pada semester pertama 2026. Proyek ini, yang merupakan kolaborasi antara BUMN Indonesia dan pemimpin industri Cina, menandai perkembangan penting dalam strategi hilirisasi nikel dan ekosistem kendaraan listrik negara.
Pabrik baterai terintegrasi ini dikembangkan melalui kemitraan antara Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC), sebuah perusahaan baterai milik negara, bersama dengan konsorsium Cina yang dikenal sebagai CBL. Konsorsium ini terdiri dari perusahaan-perusahaan besar Cina di sektor baterai: CATL, Brunp, dan Lygend. Upacara groundbreaking proyek ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025, menandakan dukungan pemerintah yang kuat untuk inisiatif ini.
Investasi ini mewakili tonggak penting dalam upaya Indonesia untuk mengembangkan industri baterai EV-nya, memanfaatkan sumber daya nikel yang kaya. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi substansial dan memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan EV global. Perkembangan ini merupakan bagian dari strategi Indonesia yang lebih luas untuk meningkatkan kapabilitas industrinya melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri strategis.
$6.1B EV Battery Plant Commissioning
Strategic Partnership Announcement