Indonesia's Access to Critical Minerals Opens Up, But Nickel Export Opportunities Hindered by US EV Regulations
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 30
Sources1 verified

Akses Mineral Kritis Indonesia Dibuka, Peluang Ekspor Nikel Terhambat Aturan EV AS

Tim Editorial AnalisaHub·30 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pembukaan akses mineral kritis Indonesia ke pasar AS dinilai sebagai kesempatan besar, namun regulasi dan standar di AS, terutama Inflation Reduction Act (IRA), menghambat ekspor nikel. Menurut ekonom Telisa Aulia Falianty, kebutuhan AS akan bahan baku industri kendaraan listrik (EV) bisa meningkatkan potensi ekspor Indonesia, namun IRA yang mengecualikan komponen nikel mengurangi minat pelaku usaha AS untuk mengembangkan EV berbasis nikel. Standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta ketertelusuran dan perjanjian dagang yang lebih rumit, juga menjadi tantangan bagi ekspor Indonesia ke AS.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Akses Mineral Kritis Indonesia Dibuka, Peluang Ekspor Nikel Menghadapi Tantangan

Hambatan Regulasi di Pasar AS

Pembukaan akses mineral kritis Indonesia ke pasar AS dinilai sebagai kesempatan besar bagi sektor ekspor negara. Namun, regulasi dan standar di AS, terutama Inflation Reduction Act (IRA), menghambat ekspor nikel. Menurut ekonom Telisa Aulia Falianty, kebutuhan AS akan bahan baku industri kendaraan listrik (EV) bisa meningkatkan potensi ekspor Indonesia, namun IRA yang mengecualikan komponen nikel mengurangi minat pelaku usaha AS untuk mengembangkan EV berbasis nikel.

Standar ESG dan Ketertelusuran Menjadi Tantangan Tambahan

Selain hambatan regulasi, ekspor Indonesia ke AS juga menghadapi tantangan terkait standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta ketertelusuran. Pasar AS memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap standar ESG, yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan Indonesia. Selain itu, kompleksitas perjanjian dagang antara kedua negara menambah tantangan yang dihadapi oleh eksportir Indonesia.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, meskipun pembukaan akses mineral kritis Indonesia ke pasar AS memberikan kesempatan bagi sektor ekspor negara, hambatan regulasi, standar ESG, dan ketertelusuran merupakan tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan Indonesia harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar AS, serta memprioritaskan pertimbangan ESG dan ketertelusuran.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Ekspor NikelRegulasi ASStandar ESG

Key Events

1

Pembukaan Akses Mineral Kritis

2

Ekspor Nikel ke AS

Timeline from 1 verified sources