Indonesia's Agriculture Minister Urges Mixed Payment Methods for Grain Purchases
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 12
Sources1 verified

Mentan Minta Pembayaran Gabah ke Petani Tak Semua Nontunai

Tim Editorial AnalisaHub·12 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyarankan bahwa BUMN Bulog sebaiknya menerapkan kombinasi pembayaran tunai dan nontunai saat membeli gabah dari petani. Hal ini menyusul rencana Bulog untuk beralih ke pembayaran nontunai untuk pengadaan gabah. Menteri menekankan bahwa upaya digitalisasi tidak boleh mengganggu target pengadaan 4 juta ton setara beras dari petani tahun ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Menteri Pertanian Indonesia Sarankan Metode Pembayaran Campuran untuk Pengadaan Gabah

Menyeimbangkan Digitalisasi dan Pembayaran Tunai

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, telah menyarankan agar Perum Bulog, BUMN yang bertanggung jawab atas pengadaan gabah, mengadopsi kombinasi metode pembayaran tunai dan nontunai saat membeli gabah dari petani. Saran ini muncul ketika Bulog berencana untuk beralih ke sistem pembayaran nontunai untuk pembelian gabah.

Mempertahankan Target Pengadaan

Menteri menyatakan dukungannya terhadap upaya digitalisasi Bulog namun menekankan bahwa peralihan ini tidak boleh mengganggu target pengadaan 4 juta ton setara beras dari petani tahun ini. 'Bagus, tapi tidak boleh digitalisasi semua. Kalau kombinasi (boleh),' kata Amran saat rapat koordinasi terbatas. Kekhawatiran menteri adalah bahwa peralihan total ke pembayaran nontunai dapat mengganggu proses pengadaan dan menyebabkan masalah logistik.

Konteks dan Implikasi

Perkembangan ini penting karena menyoroti keseimbangan antara modernisasi sistem pembayaran dan menjaga efektivitas program pengadaan gabah di Indonesia. Target 4 juta ton merupakan komponen kritis dalam strategi ketahanan pangan Indonesia, dan gangguan apa pun dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasar dan mata pencaharian petani.

Digitalisasi dalam Pembayaran Pertanian

Rencana Bulog untuk mendigitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi proses pengadaan pertanian. Sementara pembayaran digital dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi, saran menteri untuk mempertahankan beberapa pembayaran tunai mengakui kebutuhan untuk mengakomodasi preferensi dan kemampuan petani yang berbeda. Pendekatan seimbang ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pengadaan tetap inklusif dan efektif.

Implementasi sistem pembayaran campuran kemungkinan akan memerlukan perencanaan dan koordinasi yang cermat antara Bulog, lembaga keuangan, dan komunitas petani. Keberhasilan akan bergantung pada faktor-faktor seperti infrastruktur keuangan di daerah pedesaan, pendidikan petani tentang pembayaran digital, dan ketahanan sistem pembayaran digital yang diterapkan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
5 days ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Agricultural PolicyDigital PaymentsGrain Procurement

Key Events

1

Grain Procurement Policy Update

2

Digital Payment Implementation Plan

Timeline from 1 verified sources