Key insights and market outlook
Sektor perbankan Indonesia sedang mengalami disekuilibrium pasar kredit, dengan pertumbuhan kredit stagnan di 7,7% per September 2025, di bawah target 8-11%. Harga kredit yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama ketidakseimbangan ini. Meski BI Rate dipotong 150 basis poin sejak September 2024, suku bunga kredit hanya turun 15 basis poin. Struktur pasar oligopoli yang didominasi bank besar menghambat transmisi moneter yang efektif.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia tetap lamban di 7,7% per September 2025, di bawah target 8-11% untuk tahun ini. Kinerja lemah ini disebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran. Di sisi permintaan, ketidakpastian ekonomi membuat calon debitur menunda ekspansi bisnis dan mengandalkan pendanaan internal daripada pinjaman bank. Tingginya kredit yang belum dicairkan mengkonfirmasi tren ini.
Meski BI Rate dipotong 150 basis poin sejak September 2024, suku bunga kredit hanya turun marginal dari 9,2% menjadi 9,05% pada periode yang sama. Suku bunga deposito juga tidak sepenuhnya mencerminkan pelonggaran moneter, dengan suku bunga deposito 1 bulan turun hanya 29 basis poin dari 4,81% menjadi 4,52%. Ketidaksesuaian ini menyoroti inefisiensi transmisi moneter.
Struktur oligopoli sektor perbankan Indonesia, yang didominasi 4-5 bank besar, berperan signifikan dalam disekuilibrium ini. Bank-bank besar ini bertindak sebagai pemimpin harga, mempengaruhi harga pasar secara keseluruhan. Praktik pemberian suku bunga khusus kepada deposan besar, yang mencapai 26% dari total dana pihak ketiga, semakin memperumit masalah. Praktik ini telah umum sejak penghapusan capping suku bunga pada 2018.
Kebijakan moneter dan makroprudensial saat ini memiliki efektivitas terbatas karena masalah struktural ini. Insentif likuiditas telah meningkatkan likuiditas bank, namun belum menurunkan suku bunga kredit secara signifikan. Otoritas keuangan perlu mengatasi tendensi oligopoli di sektor perbankan untuk mencapai pasar kredit yang lebih seimbang dan efisien.
Mencapai keseimbangan optimal antara skala dan efisiensi sektor perbankan sangat krusial untuk stabilitas keuangan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi. Disekuilibrium pasar kredit saat ini merupakan gejala dari masalah struktural yang lebih dalam yang membutuhkan langkah-langkah kebijakan komprehensif. Mengatasi tantangan ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dan makroprudensial.
Credit Growth Slowdown
Monetary Policy Transmission Issues
Banking Sector Structural Challenges