Indonesia's Banking Credit Market Faces Disequilibrium Challenges
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Pasar Kredit Perbankan Indonesia Menghadapi Tantangan Disekuilibrium

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor perbankan Indonesia sedang mengalami disekuilibrium pasar kredit, dengan pertumbuhan kredit stagnan di 7,7% per September 2025, di bawah target 8-11%. Harga kredit yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama ketidakseimbangan ini. Meski BI Rate dipotong 150 basis poin sejak September 2024, suku bunga kredit hanya turun 15 basis poin. Struktur pasar oligopoli yang didominasi bank besar menghambat transmisi moneter yang efektif.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menghadapi Disekuilibrium Pasar Kredit

Pertumbuhan Kredit Tetap Lemah

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia tetap lamban di 7,7% per September 2025, di bawah target 8-11% untuk tahun ini. Kinerja lemah ini disebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran. Di sisi permintaan, ketidakpastian ekonomi membuat calon debitur menunda ekspansi bisnis dan mengandalkan pendanaan internal daripada pinjaman bank. Tingginya kredit yang belum dicairkan mengkonfirmasi tren ini.

Dinamika Suku Bunga

Meski BI Rate dipotong 150 basis poin sejak September 2024, suku bunga kredit hanya turun marginal dari 9,2% menjadi 9,05% pada periode yang sama. Suku bunga deposito juga tidak sepenuhnya mencerminkan pelonggaran moneter, dengan suku bunga deposito 1 bulan turun hanya 29 basis poin dari 4,81% menjadi 4,52%. Ketidaksesuaian ini menyoroti inefisiensi transmisi moneter.

Tantangan Struktur Pasar

Struktur oligopoli sektor perbankan Indonesia, yang didominasi 4-5 bank besar, berperan signifikan dalam disekuilibrium ini. Bank-bank besar ini bertindak sebagai pemimpin harga, mempengaruhi harga pasar secara keseluruhan. Praktik pemberian suku bunga khusus kepada deposan besar, yang mencapai 26% dari total dana pihak ketiga, semakin memperumit masalah. Praktik ini telah umum sejak penghapusan capping suku bunga pada 2018.

Implikasi Kebijakan

Kebijakan moneter dan makroprudensial saat ini memiliki efektivitas terbatas karena masalah struktural ini. Insentif likuiditas telah meningkatkan likuiditas bank, namun belum menurunkan suku bunga kredit secara signifikan. Otoritas keuangan perlu mengatasi tendensi oligopoli di sektor perbankan untuk mencapai pasar kredit yang lebih seimbang dan efisien.

Jalan ke Depan

Mencapai keseimbangan optimal antara skala dan efisiensi sektor perbankan sangat krusial untuk stabilitas keuangan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi. Disekuilibrium pasar kredit saat ini merupakan gejala dari masalah struktural yang lebih dalam yang membutuhkan langkah-langkah kebijakan komprehensif. Mengatasi tantangan ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dan makroprudensial.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Credit Market DisequilibriumBanking Sector ChallengesMonetary Policy Effectiveness

Key Events

1

Credit Growth Slowdown

2

Monetary Policy Transmission Issues

3

Banking Sector Structural Challenges

Timeline from 1 verified sources