Indonesia's Banking Sector Faces Growing AI Risks, OJK Warns
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources2 verified

Sektor Perbankan Indonesia Menghadapi Risiko AI yang Meningkat, OJK Mengingatkan

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengidentifikasi risiko signifikan terkait dengan meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di sektor perbankan Indonesia, termasuk pergeseran pekerjaan, ancaman keamanan siber, dan bias algoritma. Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Kuartal IV/2025 mengungkapkan bahwa meskipun adopsi AI meningkat, hal ini juga menimbulkan tantangan yang perlu diatasi untuk menjaga stabilitas keuangan dan melindungi konsumen.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menghadapi Risiko AI yang Meningkat, OJK Mengingatkan

Meningkatnya Adopsi AI di Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengungkapkan kekhawatiran tentang meningkatnya risiko yang terkait dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di sektor perbankan Indonesia. Melalui Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) Kuartal IV/2025, OJK menemukan bahwa sejumlah bank telah memanfaatkan AI dalam berbagai proses bisnis 1

2.

Dampak Positif AI di Perbankan

Survei tersebut menyoroti beberapa dampak positif dari adopsi AI di sektor perbankan. AI telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk pengumpulan, perangkuman, dan analisis informasi, memungkinkan bank untuk memproses volume data yang besar dengan cepat dan komprehensif. Hal ini telah membantu mengurangi beban kerja karyawan, terutama dalam aktivitas rutin yang membutuhkan sumber informasi yang beragam 2

.

Risiko yang Terkait dengan Adopsi AI

Meskipun ada manfaatnya, survei OJK juga mengidentifikasi beberapa risiko yang terkait dengan adopsi AI. Risiko-risiko tersebut antara lain:

  1. Pergeseran Pekerjaan: Otomatisasi melalui AI dapat menyebabkan pergeseran pekerja, terutama di area operasional dan layanan dasar yang bersifat repetitif dan manual 12.
  2. Risiko Keamanan Siber: Meningkatnya ketergantungan pada teknologi dan penyedia pihak ketiga membuat bank lebih rentan terhadap gangguan sistem, serangan siber, dan kebocoran data, yang dapat langsung berdampak pada kepercayaan nasabah dan stabilitas operasional 1.
  3. Masalah Etika dan Privasi: Penggunaan AI yang melibatkan analisis data pribadi dalam skala besar dapat memicu pertanyaan etis terkait privasi dan perlindungan data. Memastikan mekanisme persetujuan yang transparan dan akuntabel sangat penting untuk mengurangi risiko ini 2.
  4. Bias Algoritma: Sistem AI, yang sangat bergantung pada data dan algoritma, dapat memperkenalkan bias dalam pengambilan keputusan, yang berpotensi menyebabkan hasil yang diskriminatif jika tidak dipantau dan diuji dengan baik 2.

Mengatasi Risiko AI

Untuk mengatasi tantangan ini, OJK menekankan bahwa meskipun AI dapat menggantikan prosedur tertentu, AI tidak dapat menggantikan nilai-nilai etika, kepercayaan, dan integritas yang menjadi inti industri perbankan. Bank harus memastikan bahwa AI tetap berada di bawah kendali manusia dan bahwa ada perlindungan yang tepat untuk mengurangi risiko yang terkait 2

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Pengamat Ungkap Risiko Penggunaan AI di Perbankan Kian Nyata](
  2. [Bisnis.com - Penggunaan AI Kian Masif di Perbankan, OJK Wanti-Wanti soal Risiko](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Artificial Intelligence in BankingFinancial Technology RisksBanking Sector Challenges

Key Events

1

OJK AI Risk Warning

2

Banking Sector AI Adoption

3

Financial Technology Regulation

Timeline from 2 verified sources