Key insights and market outlook
Pasokan daging sapi di Indonesia masih terbatas, dengan produksi lokal hanya memenuhi 40% kebutuhan nasional. Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) melaporkan 11 juta ekor sapi, dengan pertumbuhan hanya 2-3% per tahun. Sementara itu, Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) menyoroti keterlambatan perizinan impor, dengan kuota 2025 sebesar 60.000 ton yang diterbitkan terlambat, sehingga memperumit manajemen rantai pasok.
Pasokan daging sapi di Indonesia terus menghadapi tantangan signifikan karena produksi lokal tetap tidak mencukupi kebutuhan nasional. Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) melaporkan bahwa populasi sapi nasional saat ini mencapai sekitar 11 juta ekor, dengan tingkat pertumbuhan tahunan hanya 2-3% 1
Situasi ini semakin diperumit oleh masalah impor daging sapi. Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) menyoroti keterlambatan signifikan dalam penerbitan perizinan impor daging sapi 2
Kombinasi antara pertumbuhan produksi domestik yang terbatas dan keterlambatan perizinan impor telah menciptakan tekanan signifikan pada rantai pasok daging sapi Indonesia. Importir menghadapi tantangan terkait jadwal pengiriman, terutama dari negara-negara seperti Australia, di mana siklus produksi dan ekspor harus dipertimbangkan. Keterlambatan penerbitan perizinan secara efektif memperpendek waktu yang tersedia untuk realisasi impor, berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan dan volatilitas harga di pasar domestik.
Beef Import Quota Issuance Delay
Domestic Beef Production Shortfall