Defisit APBN Indonesia Melebar Jadi 2,35% PDB
Defisit yang Meningkat dan Respons Pemerintah
Defisit APBN Indonesia telah melebar menjadi 2,35% PDB, setara dengan Rp 560,3 triliun, per November 2025, menurut Kementerian Keuangan 1. Angka ini meningkat dari defisit 2,02% yang tercatat pada Oktober 2025. Meskipun defisit meningkat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa angka tersebut masih dalam batas aman dan terkelola, menyatakan bahwa hal ini "masih dalam batas terkelola dan sesuai dengan desain APBN" 1.
Update Belanja Pemerintah Daerah
Realisasi belanja pemerintah daerah telah mencapai Rp 922,5 triliun, atau 65,3% dari total anggaran 2025 3. Meskipun ini merupakan peningkatan signifikan dari Rp 808,5 triliun yang tercatat pada akhir Oktober 2025, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat belanja di Desember 2025 untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat 3. Saldo kas di rekening pemerintah daerah menurun dari Rp 230,1 triliun di Oktober menjadi Rp 218,2 triliun di November 2025, sementara realisasi transfer ke daerah mencapai Rp 795,6 triliun pada akhir November 3.
Tantangan dalam Pelaksanaan Anggaran
Suahasil Nazara mengakui bahwa mempercepat belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah, selama sisa tahun 2025 merupakan tantangan 2. Pemerintah saat ini sedang dalam proses penutupan tahun fiskal dan penyusunan laporan keuangan. Meskipun alokasi anggaran telah dikunci untuk berbagai kementerian dan lembaga, pelaksanaan tetap kompleks.
Sumber
- [Kontan - Defisit APBN Melebar](
- [Kontan - Wamenkeu: Belanja Pusat dan Daerah Tak Mudah Dikebut](
- [Detik Finance - Belanja Pemda Baru 65%](