Key insights and market outlook
Industri keramik Indonesia, khususnya tableware dan glassware, menghadapi tantangan kapasitas utilisasi yang rendah akibat meningkatnya persaingan dari produk impor. Kapasitas terpasang untuk keramik tableware pada 2024 mencapai 250.000 ton dengan utilisasi sekitar 52%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan perlunya langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan memaksimalkan kapasitas produksi.
Industri keramik Indonesia, khususnya subsektor tableware dan glassware, mengalami utilisasi kapasitas yang rendah akibat meningkatnya tekanan dari produk impor. Kementerian Perindustrian menekankan perlunya langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan memaksimalkan kapasitas produksi.
Pada tahun 2024, industri keramik tableware domestik memiliki kapasitas terpasang sebesar 250.000 ton, namun hanya mencapai utilisasi sekitar 52%. Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa utilisasi yang rendah ini terutama disebabkan oleh masuknya produk keramik dan kaca impor ke pasar domestik.
Dalam pernyataan terbaru, Menteri Kartasasmita mengamati bahwa keberadaan produk impor yang kuat sangat berdampak pada produsen lokal. Ia mencatat bahwa ketua ASAKI (Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia) setuju dengan penilaiannya tentang tantangan yang ditimbulkan oleh lonjakan impor.
Kementerian kini berfokus pada penguatan daya saing industri melalui berbagai inisiatif strategis. Langkah-langkah ini bertujuan membantu produsen domestik bersaing lebih baik melawan barang impor dan meningkatkan utilisasi kapasitas secara keseluruhan di sektor ini.
Low Capacity Utilization in Ceramic Industry
Increased Import Competition