Key insights and market outlook
Ekspor batubara Indonesia mengalami penurunan signifikan di 2025, dengan nilai ekspor turun 20,27% menjadi US$22,17 miliar dalam sebelas bulan pertama dibandingkan periode yang sama di 2024 1
Ekspor batubara Indonesia mengalami penurunan substansial di 2025, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai ekspor dalam sebelas bulan pertama (Januari-November 2025) mencapai US$22,17 miliar, yang merupakan penurunan 20,27% dibandingkan periode yang sama di 2024 (US$27,80 miliar) 1
Penurunan ekspor batubara dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk dinamika permintaan global dan kebijakan domestik. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mencatat bahwa meskipun permintaan batubara global diperkirakan tetap stabil di 2026, terutama didorong oleh pasar Asia, pertumbuhan diharapkan terbatas 1
Gita Mahyarani, Direktur Eksekutif APBI, menekankan bahwa beberapa negara menjadi lebih selektif dalam impor batubara karena agenda transisi energi dan penyesuaian kebijakan domestik. Tren ini kemungkinan akan mempengaruhi kinerja ekspor batubara Indonesia di 2026, menunjukkan prospek yang berhati-hati bagi industri 1
Data BPS mengungkapkan bahwa penurunan nilai ekspor tidak hanya terbatas pada batubara saja. Komoditas pertambangan lain seperti bijih tembaga, lignit, bijih zirconium, tantalum, dan bijih titanium juga mengalami penurunan 2
Penurunan ekspor batubara dan prospek berhati-hati untuk 2026 menggarisbawahi tantangan yang dihadapi sektor pertambangan Indonesia. Ketika kebijakan energi global terus bergeser ke sumber yang lebih bersih, produsen batubara Indonesia perlu beradaptasi dengan dinamika yang berubah ini. Prakiraan pertumbuhan moderat untuk 2026, terutama didorong oleh permintaan Asia, menunjukkan bahwa industri akan tetap berada di bawah tekanan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang terus berkembang.
Coal Export Value Decline
Mining Sector Export Correction