Key insights and market outlook
Nilai ekspor kakao Indonesia meningkat 57,1% menjadi US$3,11 miliar pada Januari-Oktober 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh harga kakao global yang lebih tinggi di berbagai produk termasuk biji, pasta, lemak, bubuk, dan cokelat. Meskipun nilai ekspor melonjak, volume ekspor hanya naik sedikit dari 284,4 juta kg menjadi 287,5 juta kg, menunjukkan bahwa kenaikan harga menjadi pendorong utama nilai ekspor yang lebih tinggi.
Nilai ekspor kakao Indonesia mengalami peningkatan signifikan sebesar 57,1% menjadi US$3,11 miliar pada Januari-Oktober 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan besar ini terutama didorong oleh kenaikan harga kakao global di berbagai produk. Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) melaporkan bahwa harga yang lebih tinggi terjadi pada semua jenis produk kakao, termasuk biji, pasta, lemak, bubuk, dan cokelat.
Meskipun nilai ekspor menunjukkan peningkatan dramatis, volume ekspor hanya naik sedikit dari 284,4 juta kg menjadi 287,5 juta kg. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ekspor yang lebih tinggi terutama didorong oleh kenaikan harga daripada pertumbuhan volume ekspor yang signifikan. Menurut Soetanto Abdullah, Ketua Umum Dekaindo, "Memang terjadi peningkatan harga pada semua jenis produk kakao," menyoroti dinamika pasar di balik pertumbuhan nilai ekspor.
Peningkatan signifikan dalam nilai ekspor kakao positif bagi neraca perdagangan Indonesia dan pemangku kepentingan industri kakao. Namun, kenaikan volume ekspor yang marginal menunjukkan bahwa faktor produksi dan rantai pasokan mungkin membatasi pertumbuhan lebih lanjut. Industri perlu memantau tren harga global dan kapasitas produksi domestik untuk mempertahankan momentum ini di tahun mendatang.
Cocoa Export Value Increase
Global Cocoa Price Surge