Indonesia's Credit Growth Slows Despite Rp276 Trillion Liquidity Injection
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources4 verified

Pertumbuhan Kredit Indonesia Melambat Meski Ada Injeksi Likuiditas Rp276 Triliun

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Meski pemerintah melakukan injeksi likuiditas tambahan sebesar Rp76 triliun pada 10 November 2025, sehingga total menjadi Rp276 triliun, pertumbuhan kredit Indonesia terus melambat pada Oktober 2025, mencapai 7,36% year-on-year, turun dari 7,7% pada September 2025 4

. Perlambatan ini disebabkan oleh lemahnya permintaan karena pelaku usaha tetap berhati-hati, menjaga pinjaman yang belum dicairkan tetap tinggi sebesar Rp2.450,7 triliun atau 22,97% dari fasilitas kredit yang tersedia 1.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pertumbuhan Kredit Indonesia Terus Melambat Meski Ada Injeksi Likuiditas Besar

Permintaan Lemah dan Pelaku Usaha Berhati-hati Jadi Penyebab

Sektor perbankan Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan kredit selama Oktober 2025, dengan pertumbuhan tahunan turun menjadi 7,36% dari 7,7% pada bulan sebelumnya 1

2. Perlambatan ini terjadi meskipun pemerintah melakukan upaya signifikan untuk meningkatkan likuiditas melalui beberapa injeksi yang totalnya mencapai Rp276 triliun per November 2025 4.

Faktor utama perlambatan ini adalah lemahnya permintaan kredit karena pelaku usaha mempertahankan sikap berhati-hati 'wait and see', sehingga jumlah pinjaman yang belum dicairkan mencapai Rp2.450,7 triliun, mewakili 22,97% dari total fasilitas kredit yang tersedia 1

. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa dibandingkan dengan penurunan 125 basis poin pada suku bunga BI sejak awal 2025, suku bunga perbankan tidak menyesuaikan secara proporsional - suku bunga deposito satu bulan turun hanya 56 basis poin sementara suku bunga kredit menurun hanya 20 basis poin 1.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Kredit Lambat

  1. Sikap Berhati-hati Pelaku Usaha: Sikap 'wait and see' di kalangan pelaku usaha terus menekan permintaan kredit.
  2. Transmisi Suku Bunga Lambat: Meski BI menurunkan suku bunga, suku bunga pinjaman perbankan tetap relatif tinggi, mempengaruhi permintaan.
  3. Pinjaman Belum Dicairkan Tinggi: Rp2.450,7 triliun pinjaman belum dicairkan menunjukkan permintaan yang tertekan.
  4. Kondisi Likuiditas: Meski likuiditas perbankan melimpah dengan rasio aset likuid terhadap dana pihak ketiga sebesar 29,47%, pertumbuhan kredit tetap lambat 1.

Respons Pemerintah dan BI

Pemerintah telah proaktif dalam mengatasi situasi ini:

  1. Injeksi awal Rp200 triliun ke bank-bank Himbara pada September 2025
  2. Injeksi tambahan Rp76 triliun pada 10 November 2025
  3. BI mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif
  4. Kerangka Kerja Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang ditingkatkan efektif 1 Desember 2025 2

Outlook Ekonomi

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit akan tetap dalam kisaran target 8-11% untuk 2025, dengan harapan perbaikan di 2026. Ekonom menyarankan bahwa belanja fiskal dan stabilitas nilai tukar akan sangat penting dalam meningkatkan keyakinan konsumen dan ekspansi bisnis 1

2.

Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
16 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Credit Growth SlowdownLiquidity InjectionBanking Sector Performance

Key Events

1

Additional Liquidity Injection

2

Credit Growth Slowdown

3

Monetary Policy Accommodation

Timeline from 4 verified sources