Indonesia's Credit Growth Slows to 7.74% as Demand and Supply Challenges Persist
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 22
Sources7 verified

Pertumbuhan Kredit Indonesia Melambat ke 7,74% karena Tantangan Permintaan dan Penawaran

Tim Editorial AnalisaHub·22 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan kredit melambat menjadi 7,74% secara tahunan pada November 2025, turun dari 10,79% pada periode yang sama tahun sebelumnya 1

. Perlambatan ini disebabkan oleh tantangan dari sisi permintaan dan penawaran. Korporasi masih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, tercermin dari kredit yang belum ditarik sebesar Rp2.509 triliun 13. BI telah melakukan berbagai pelonggaran moneter, termasuk pemangkasan suku bunga sebesar 125 basis poin tahun ini, namun transmisinya ke suku bunga pinjaman masih lambat.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menghadapi Hambatan dalam Pertumbuhan Kredit

Perlambatan Ekspansi Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Pertumbuhan kredit di Indonesia telah melambat secara signifikan menjadi 7,74% secara tahunan pada November 2025, turun dari 10,79% pada periode yang sama tahun sebelumnya 1

. Perlambatan ini mencerminkan tantangan baik dari sisi permintaan maupun penawaran di sektor perbankan. Bank Indonesia (BI) telah mengidentifikasi bahwa korporasi masih bersikap 'wait and see', sehingga menghasilkan kredit yang belum ditarik sebesar Rp2.509 triliun per November 2025 13.

Tantangan dari Sisi Permintaan

Perilaku korporasi yang berhati-hati ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi dan ketersediaan dana internal. Banyak perusahaan yang lebih memilih menggunakan dana internal daripada mengambil pinjaman baru karena tingginya suku bunga 1

. Perilaku ini juga mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan permintaan kredit, karena konsumen masih ragu untuk mengambil pinjaman baru akibat prospek pendapatan yang belum pasti.

Kekakuan dari Sisi Penawaran

Dari sisi penawaran, bank menghadapi tantangan karena tingginya Biaya Dana (CoLF). Praktik pemberian suku bunga khusus kepada deposan besar telah menjaga suku bunga pinjaman tetap tinggi meskipun ada pelonggaran moneter 1

4. Meskipun BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 basis poin tahun ini, suku bunga pinjaman hanya turun sebesar 24 basis poin 24.

Respons Kebijakan dan Prospek Masa Depan

Untuk mengatasi tantangan ini, BI memperkuat kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) melalui jalur kuantitas dan suku bunga 1

4. Bank sentral telah menyesuaikan insentif KLM untuk mendorong bank menurunkan suku bunga pinjaman. BI tetap optimis bahwa pertumbuhan kredit dapat mencapai 8% pada akhir tahun, didukung oleh pertumbuhan kredit investasi yang kuat sebesar 17,98% pada November 2025 5.

Sumber

  1. [Bisnis.com - BI Buka-bukaan 2 Hal yang Bikin Pertumbuhan Kredit Bank Melambat](
  2. [Bisnis.com - Bankir Ungkap Tantangan Utama Bukan Likuiditas, Tapi Risiko & Permintaan Kredit](
  3. [Detik Finance - Kredit Rp 2.500 T Nganggur di Bank, Pengusaha Masih Ragu Tarik Utang](
  4. [Bisnis.com - Pertumbuhan Kredit Masih di bawah Target BI, Bankir Beri Penjelasan](
  5. [Bisnis.com - Alasan BI Tetap Pede Target Pertumbuhan Kredit Minimal 8% Tercapai](
Original Sources

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
15 min
Sources
7 verified

Topics Covered

Credit Growth SlowdownMonetary Policy TransmissionBanking Sector Challenges

Key Events

1

Credit Growth Slows to 7.74%

2

BI Maintains Optimism on 8% Target

3

Monetary Easing Measures

Timeline from 7 verified sources