Indonesia's Crude Oil Price Drops to $61.10/bbl in December 2025 Amid Global Oversupply
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 15
Sources1 verified

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke $61,10/bbl pada Desember 2025 di Tengah Oversupply Global

Tim Editorial AnalisaHub·15 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) untuk Desember 2025 ditetapkan sebesar $61,10 per barel, turun $1,73 per barel dari $62,83 per barel pada November 2025. Penurunan ini disebabkan oleh oversupply minyak global, peningkatan produksi OPEC+, dan meredanya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina. Benchmark minyak utama juga mengalami penurunan: Dated Brent turun $0,95/bbl, WTI turun $1,61/bbl, dan Brent ICE turun $2,02/bbl. Situasi oversupply diproyeksikan berlanjut hingga 2026 dengan surplus 3,7-4 juta barel per hari.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke $61,10/bbl pada Desember 2025

Oversupply Global dan Meredanya Ketegangan Geopolitik Dorong Penurunan Harga

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) untuk Desember 2025 telah ditetapkan sebesar $61,10 per barel, menandai penurunan signifikan sebesar $1,73 per barel dari bulan sebelumnya yang sebesar $62,83 per barel. Keputusan ini, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tanggal 9 Januari 2025, mencerminkan dinamika pasar minyak global saat ini.

Faktor Utama Penyebab Penurunan Harga

  1. Oversupply Minyak Global: Pasar mengalami kondisi oversupply, terutama didorong oleh peningkatan produksi dari Amerika Serikat. Produksi OPEC+ juga meningkat pada November 2025, mencapai 43.065 ribu barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya.
  2. Meredanya Ketegangan Geopolitik: Potensi penurunan risiko konflik Rusia-Ukraina, setelah Ukraina menunjukkan indikasi untuk menarik aspirasi keanggotaan NATO, turut berkontribusi pada penurunan harga. Pengumuman Rusia tentang proyeksi peningkatan produksi minyak ke 10,36 juta barel per hari di 2025, dan lebih lanjut ke 10,54 juta barel per hari di 2026, menambah kekhawatiran akan surplus pasokan.
  3. Revisi Proyeksi Permintaan: S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025 ke bawah sebesar 16 ribu barel per hari menjadi 730 ribu barel per hari. Penurunan ekspektasi permintaan ini semakin menekan harga.

Tren Pasar Minyak Global

Penurunan ICP sejalan dengan tren yang diamati pada benchmark minyak utama selama Desember 2025:

  • Dated Brent: Turun sebesar $0,95/bbl menjadi $62,70/bbl
  • WTI (Nymex): Turun sebesar $1,61/bbl menjadi $57,87/bbl
  • Brent (ICE): Turun sebesar $2,02/bbl menjadi $61,64/bbl
  • Basket OPEC: Turun sebesar $2,61/bbl menjadi $61,85/bbl

Outlook Pasar

Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan bahwa pasar minyak global akan tetap surplus hingga 2026, dengan surplus yang diharapkan sebesar 3,7-4 juta barel per hari. Situasi oversupply yang terus berlanjut ini, ditambah perkembangan geopolitik saat ini, kemungkinan akan terus mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek. Crude throughput di Cina, faktor penting bagi kawasan Asia-Pasifik, juga mengalami penurunan sebesar 0,9% month-over-month pada November 2025, mencapai 14,86 juta barel per hari - terendah dalam enam bulan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 day ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Harga Minyak MentahOversupply Minyak GlobalGeopolitik Rusia-Ukraina

Key Events

1

Penetapan ICP Desember 2025

2

Penurunan Harga Minyak Dunia

3

Proyeksi Surplus Minyak 2026

Timeline from 1 verified sources