Key insights and market outlook
Pasar kripto Indonesia mengalami penurunan transaksi bulanan sebesar 24,53% menjadi Rp 37,20 triliun pada November 2025, sementara pelaku industri tetap optimis terhadap prospek 2026 karena regulasi yang membaik dan peningkatan literasi investor. Penurunan ini disebabkan oleh faktor global termasuk arus keluar ETF Bitcoin dan tekanan makroekonomi, sementara para ahli industri menyebut penguatan regulasi di bawah pengawasan OJK sebagai katalis positif untuk pertumbuhan masa depan.
Pasar cryptocurrency Indonesia menunjukkan sinyal campuran pada akhir 2025, dengan volume transaksi mengalami penurunan signifikan sementara pemangku industri tetap optimis tentang prospek masa depan. Total nilai transaksi aset kripto turun 24,53% secara bulanan menjadi Rp 37,20 triliun pada November 2025, turun dari Rp 49,29 triliun pada Oktober 2025 1
Beberapa faktor berkontribusi pada penurunan ini, termasuk tekanan makroekonomi global dan arus keluar signifikan dari ETF Bitcoin. Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, mencatat bahwa penurunan transaksi kripto bertepatan dengan kinerja Bitcoin yang buruk, menandai salah satu bulan terburuknya di 2025. Perbandingan tahun-ke-tahun juga menunjukkan penurunan 19,72% dalam transaksi aset kripto, dengan nilai kumulatif November 2025 mencapai Rp 446,77 triliun dibandingkan Rp 556,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya 1
Meski menghadapi tantangan, para ahli industri tetap optimis tentang masa depan. Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia, menyoroti tiga faktor kunci yang diperkirakan akan mendorong industri kripto Indonesia di 2026: penguatan regulasi di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peningkatan literasi investor, dan dinamika makroekonomi global. Kerangka regulasi yang ditingkatkan ini sangat penting karena diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar dan kepercayaan investor 2
Industri telah mengamati pergeseran ke strategi investasi yang lebih matang, dengan tren holding jangka menengah dan panjang yang meningkat. Hal ini menunjukkan peningkatan kecanggihan pasar karena investor bergerak melampaui perdagangan spekulatif. Raniadi mencatat bahwa aktivitas perdagangan telah solid, dengan partisipasi pengguna yang meningkat dan pendekatan yang lebih selektif terhadap aset fundamental. Penguatan regulasi di bawah pengawasan OJK dipandang sebagai faktor penting yang mendukung perkembangan positif ini 2
Crypto Transaction Volume Decline
Regulatory Strengthening by OJK