Key insights and market outlook
Pasar mata uang kripto Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan di 2025, dengan simpanan Tokocrypto mencapai Rp 5,8 triliun dan total transaksi kripto sebesar Rp 482,23 triliun. Jumlah investor kripto meningkat menjadi 19,56 juta pada November 2025, naik dari 19,08 juta di Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan angka-angka ini sembari memperkenalkan regulasi baru untuk memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di sektor aset digital.
Tokocrypto, bursa aset kripto Indonesia, melaporkan peningkatan signifikan dalam Bukti Cadangan/Saldo Simpanan (Proof of Reserves/PoR), mencapai US$ 345.379.785 atau Rp 5,8 triliun per 1 Januari 2026. Ini mewakili hampir dua kali lipat simpanan dibandingkan periode peluncuran awal di 2023. Cadangan ini terutama terdiri dari token besar seperti Bitcoin (1.246,79999263 BTC), Ethereum (10.005,61888101 ETH), BNB (12.272,89562512 BNB), dan Tether (75.520.184,47678899 USDT) 1
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun di 2025. Volume transaksi yang signifikan ini mencerminkan perdagangan aset digital yang tetap aktif meskipun dinamika pasar global. Jumlah investor kripto di Indonesia tumbuh menjadi 19,56 juta pada November 2025, naik dari 19,08 juta di Oktober 2025 2
Antony Kusuma, Wakil Presiden INDODAX, menyatakan bahwa fluktuasi transaksi kripto merupakan bagian dari siklus pasar, dipengaruhi sentimen global dan kondisi makroekonomi. Ia menyatakan bahwa penurunan transaksi di akhir tahun bisa menunjukkan respons pasar yang sehat terhadap kondisi global. Sepanjang 2025, OJK memperkenalkan regulasi baru untuk memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di sektor aset digital, termasuk POJK No. 30/2025 tentang tata kelola dan manajemen risiko bagi penyelenggara teknologi keuangan, dan SEOJK No. 34/2025 terkait rencana bisnis penyelenggara perdagangan aset keuangan digital 2
Crypto Reserve Growth
Transaction Volume Increase
Regulatory Updates