Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) karena berbagai masalah mendesak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti under-invoicing dan pemasukan barang ilegal sebagai masalah utama. Masalah ini menyebabkan nilai ekspor dan impor tercatat lebih rendah, berpotensi mengurangi pendapatan negara. Pemerintah fokus menangani masalah kritis ini untuk mencegah kerugian keuangan lebih lanjut.
Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) karena berbagai masalah mendesak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti beberapa masalah kritis yang saat ini sedang ditangani. Masalah utama termasuk praktik under-invoicing dan pemasukan barang ilegal melalui berbagai pelabuhan dan bandara.
Under-invoicing tetap menjadi salah satu masalah paling krusial yang mempengaruhi kinerja kepabeanan Indonesia. Praktik ini menyebabkan nilai ekspor dan impor tercatat lebih rendah dari nilai sebenarnya, yang berpotensi mengakibatkan kerugian signifikan pada pendapatan negara. Pemerintah bekerja untuk mengatasi masalah ini guna mencegah erosi keuangan lebih lanjut.
Menteri Keuangan menekankan bahwa penyelesaian masalah ini menjadi prioritas utama dalam reformasi DJBC. Dengan menangani masalah ini, pemerintah bertujuan meningkatkan efektivitas operasi kepabeanan dan melindungi pendapatan nasional. Ancaman pembekuan operasi DJBC menjadi peringatan keras bagi lembaga ini untuk meningkatkan kinerja dan kepatuhan terhadap regulasi.
Potential Customs Agency Freeze
Under-Invoicing Investigation
Illegal Goods Smuggling Crackdown