Key insights and market outlook
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melaporkan penerimaan Rp249,3 triliun hingga akhir Oktober 2025, mencapai 80,3% dari target. Penerimaan tumbuh 7,6% tahun-ke-tahun, didorong oleh kenaikan bea keluar dan cukai. Bea masuk turun 4,9% yoy menjadi Rp41 triliun karena melemahnya impor komoditas pangan dan utilisasi FTA. Bea keluar melonjak 69,2% yoy menjadi Rp24 triliun, didorong harga CPO yang tinggi dan ekspor konsentrat tembaga.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp249,3 triliun hingga akhir Oktober 2025, atau 80,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerimaan ini tumbuh 7,6% tahun-ke-tahun, terutama didorong oleh kenaikan bea keluar dan cukai sepanjang tahun.
Penerimaan dari bea masuk mencapai Rp41 triliun, turun 4,9% tahun-ke-tahun. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya impor komoditas pangan dan utilisasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang mengurangi pungutan bea masuk. Sebaliknya, penerimaan dari bea keluar mencatat kenaikan signifikan sebesar 69,2% tahun-ke-tahun, menjadi Rp24 triliun. Kenaikan ini didukung oleh harga CPO global yang tinggi dan peningkatan volume ekspor produk sawit, serta implementasi kebijakan ekspor konsentrat tembaga.
Performa penerimaan bea cukai menunjukkan tren positif di sektor tertentu, terutama yang terkait dengan komoditas ekspor seperti CPO dan konsentrat tembaga. Kenaikan signifikan pada bea keluar mencerminkan kondisi pasar global dan aktivitas ekspor Indonesia. Namun, penurunan bea masuk menunjukkan dampak dari perjanjian perdagangan dan penurunan aktivitas impor di kategori tertentu.
Dengan penerimaan yang sudah mencapai 80,3% dari target pada akhir Oktober, DJBC berada di jalur yang tepat untuk berpotensi memenuhi atau melampaui target tahunan, kecuali terjadi perubahan signifikan dalam dinamika perdagangan global atau kondisi ekonomi domestik. Kementerian akan terus memantau aktivitas perdagangan, terutama di sektor kunci seperti ekspor sawit dan pertambangan, untuk memastikan pertumbuhan penerimaan negara melalui bea cukai tetap berlanjut.
Customs Revenue Achievement
Export Duty Surge
Import Duty Decline