Key insights and market outlook
Pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) melalui UU No. 1/2025 dan UU No. 16/2025 bertujuan untuk mengonsolidasikan pengelolaan BUMN demi efisiensi dan daya saing global. Namun, ahli memperingatkan potensi risiko tata kelola dan kerentanan investasi karena skala aset yang dikelola sangat besar (diperkirakan $900 miliar). Untuk mengurangi risiko ini, mekanisme pengawasan dan transparansi yang kuat sangat krusial.
Pemerintah Indonesia telah membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) melalui dua undang-undang penting: UU No. 1/2025 dan UU No. 16/2025. Badan pengelola investasi ini diberi mandat untuk mengonsolidasikan pengelolaan BUMN dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi dan daya saing global. Pembentukan Danantara dipandang sebagai langkah penting dalam strategi ekonomi Indonesia, yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%.
Meski memiliki tujuan ambisius, pembentukan Danantara juga diiringi beberapa kekhawatiran kritis dari para ahli. Nagara Institute menyoroti risiko tata kelola dan hukum yang signifikan terkait pengelolaan aset yang diproyeksikan mencapai $900 miliar. Kekhawatiran utama berkaitan dengan potensi penyalahgunaan aset dan investasi tidak produktif jika mekanisme transparansi dan pengawasan yang kuat tidak diterapkan sejak awal.
Satya Arinanto, peneliti senior di Nagara Institute, menekankan bahwa tanpa kerangka pengawasan dan tata kelola yang ketat, konsolidasi aset dalam skala besar dapat menyebabkan risiko sistemik. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa campur tangan politik dan kerentanan investasi global dapat semakin memperumit operasional Danantara.
Untuk mengatasi tantangan ini, para ahli merekomendasikan penerapan struktur tata kelola transparan dan mekanisme pengawasan yang ketat. Memperkuat aspek-aspek ini akan sangat krusial dalam memastikan Danantara mencapai tujuannya sambil meminimalkan potensi risiko. Kesuksesan Danantara kemungkinan akan menjadi ujian penting bagi kemampuan Indonesia dalam mengelola reformasi ekonomi berskala besar secara efektif.
Establishment of Danantara Investment Agency
BUMN Consolidation Initiative