Key insights and market outlook
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa 18 proyek hilirisasi senilai Rp618 triliun akan dibiayai oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Proyek-proyek ini telah disampaikan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan aktivitas hilirisasi di sektor energi dan sumber daya mineral. Proyek-proyek ini juga telah dibahas dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Indonesia sedang mendorong proyek hilirisasi besar-besaran di sektor energi dan sumber daya mineral. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa 18 proyek hilirisasi besar senilai Rp618 triliun akan dibiayai oleh Danantara, Badan Pengelola Investasi milik negara. Perkembangan ini diumumkan selama Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI pada 11 November 2025.
Proyek-proyek ini telah dikoordinasikan di tingkat tertinggi, dengan Bahlil, yang juga memimpin Satgas Hilirisasi, menyerahkan 18 dokumen studi pra-kelayakan kepada Rosan Perkasa Roeslani, yang menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara. Koordinasi ini menekankan komitmen pemerintah untuk merampingkan implementasi proyek-proyek berskala besar ini. Inisiatif ini juga dibahas dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, menunjukkan dukungan politik yang kuat untuk agenda hilirisasi.
Proyek hilirisasi ini diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dengan:
Implementasi proyek-proyek ini yang berhasil dapat memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai global untuk sumber daya mineral dan energi, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di negara ini.
Rp618 Trillion Downstream Projects Financing
Danantara Investment Announcement