Key insights and market outlook
Bank Dunia menyoroti bahwa rasio pembayaran bunga utang Indonesia tetap tinggi di 20,5% dari pendapatan hingga Oktober 2025, meskipun kondisi pembiayaan akomodatif dan biaya pinjaman yang lebih rendah. Ekonom memperingatkan hal ini membatasi kapasitas belanja pemerintah dan menimbulkan risiko fiskal. Rasio ini dianggap berisiko karena melebihi belanja modal dan transfer daerah. Defisit fiskal melebar dari 1,4% PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0% pada Oktober 2025, mencerminkan tantangan pendapatan 1
Bank Dunia telah menyoroti tingginya rasio pembayaran bunga utang Indonesia yang mencapai 20,5% dari pendapatan pemerintah per Oktober 2025 1
Ekonom dari berbagai institusi mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap implikasi rasio yang tinggi ini. Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina menggambarkan situasi ini sebagai 'lampu kuning' untuk kebijakan fiskal, menandakan skenario berisiko tinggi 1
Defisit fiskal menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, meningkat dari 1,4% PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0% pada Oktober 2025. Melebarnya defisit ini mencerminkan tantangan dalam pengumpulan pendapatan negara, meskipun pemerintah memberikan dukungan fiskal yang ditargetkan dan menjaga kehati-hatian 3
High Debt Interest Ratio Reported
Fiscal Deficit Widening
Government Revenue Challenges