Indonesia's Dedolarization Efforts Gain Momentum as LCS Transactions Surge to Rp367 Trillion
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 17
Sources1 verified

Upaya Dedolarisasi Indonesia Menguat, Transaksi LCS Tembus Rp367 Triliun

Tim Editorial AnalisaHub·17 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Upaya Bank Indonesia (BI) dalam dedolarisasi melalui skema Local Currency Settlement (LCS) menunjukkan keberhasilan signifikan, dengan transaksi mencapai US$22,13 miliar (Rp367,22 triliun) hingga November 2025. Ini merupakan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan US$12,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah pelaku usaha yang berpartisipasi (saat ini antara 13.000 hingga 15.000 entitas) dan penambahan negara mitra baru termasuk Korea Selatan dan UEA. China tetap menjadi mitra dagang dominan, menyumbang 64% dari total transaksi, diikuti Jepang sebesar 17,8%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Upaya Dedolarisasi Indonesia Melalui LCS Menguat

Volume Transaksi Rekor

Inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS melalui mekanisme Local Currency Settlement (LCS) telah mencapai keberhasilan luar biasa. Hingga November 2025, transaksi LCS telah mencapai US$22,13 miliar (sekitar Rp367,22 triliun), menandai peningkatan signifikan dari US$12,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan peningkatan hampir dua kali lipat dalam volume transaksi, menunjukkan penerimaan dan efektivitas kerangka LCS yang meningkat.

Partisipasi Meningkat dan Kerja Sama yang Luas

Pertumbuhan signifikan dalam transaksi LCS dapat diatribusikan pada dua faktor utama: peningkatan jumlah pelaku usaha dan perluasan negara mitra. BI melaporkan bahwa jumlah peserta LCS telah tumbuh menjadi antara 13.000 hingga 15.000 entitas bisnis, menunjukkan adopsi luas di berbagai sektor. Pada tahun 2025, BI menambahkan dua negara baru ke dalam kerangka LCS: Korea Selatan dan Uni Emirat Arab (UEA), membawa lebih banyak transaksi perdagangan di bawah mekanisme penyelesaian mata uang lokal.

Dinamika Mitra Dagang

China tetap menjadi mitra dagang dominan dalam transaksi LCS, menyumbang 64% dari total volume transaksi. Jepang mengikuti dengan pangsa signifikan sebesar 17,8%. Kehadiran kuat negara-negara ini dalam transaksi LCS menggarisbawahi pentingnya mereka dalam perdagangan internasional Indonesia.

Rencana Perluasan di Masa Depan

BI secara aktif mengejar perluasan lebih lanjut dari kerangka LCS. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti mengumumkan bahwa India dan Singapura akan segera mengimplementasikan LCS secara penuh, setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Selain itu, BI sedang menjajaki kerja sama serupa dengan Hong Kong, mengingat besarnya transaksi perdagangan dan investasi antara kedua wilayah. Perluasan berkelanjutan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan volume dan cakupan transaksi LCS.

Keberhasilan LCS tidak hanya mendukung upaya dedolarisasi Indonesia tetapi juga meningkatkan efisiensi perdagangan dengan memungkinkan transaksi diselesaikan dalam mata uang lokal, mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan risiko mata uang terkait.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

DedolarisasiLocal Currency SettlementPerdagangan Internasional

Key Events

1

LCS Transaction Surge

2

New LCS Partner Countries Added

3

Dedolarization Efforts Progress

Timeline from 1 verified sources