Key insights and market outlook
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pertumbuhan transaksi derivatif sebesar 84,4% menjadi 11.729 kontrak pada Oktober 2025, sementara waran terstruktur mencapai Rp 2,1 triliun pada Desember 2025, menunjukkan peningkatan 203,9% dari 2024. Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengaitkan pertumbuhan ini dengan peningkatan edukasi investor dan penambahan produk baru, dengan rencana perluasan aset underlying di 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyaksikan pertumbuhan substansial di pasar derivatif dan produk terstruktur. Hingga 31 Oktober 2025, transaksi derivatif mencapai 11.729 kontrak, mewakili peningkatan 84,4% dari 1.829 kontrak pada akhir 2024. Demikian pula, transaksi waran terstruktur melonjak menjadi Rp 2,1 triliun pada 11 Desember 2025, menandai kenaikan 203,9% dari Rp 691 miliar pada akhir 2024.
Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, mengaitkan pertumbuhan luar biasa ini dengan strategi proaktif BEI. "Kami telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan kompetisi bekerja sama dengan anggota bursa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman investor," jelas Hendrik. Upaya ini telah membuahkan hasil signifikan, dengan volume transaksi menunjukkan peningkatan besar.
Melihat ke depan, Hendrik mengungkapkan rencana untuk memperluas aset underlying untuk produk derivatif di tahun mendatang. Langkah strategis ini diharapkan dapat lebih meningkatkan aktivitas pasar dan memberikan peluang trading yang lebih beragam bagi investor. Pengembangan terus-menerus produk dan kebijakan baru oleh BEI menciptakan pasar derivatif yang lebih dinamis di Indonesia.
Pertumbuhan derivatif dan produk terstruktur menunjukkan peningkatan kecanggihan investor Indonesia dan kematangan pasar keuangan. Ketika BEI terus memperkenalkan produk dan inisiatif edukasi baru, pasar kemungkinan akan menarik lebih banyak peserta, baik institusional maupun ritel, sehingga meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar secara keseluruhan.
Derivatives Market Growth
Structured Warrants Surge
Market Expansion Plans