Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan tahunan sebesar 31,2% dalam transaksi pembayaran digital menjadi 4,45 miliar transaksi pada Oktober 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital, termasuk transaksi QRIS yang melonjak 139,45% YoY. Gubernur BI Perry Warjiyo menyoroti perluasan infrastruktur penerimaan pembayaran digital dan basis pengguna sebagai faktor kunci. Nilai transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai Rp1.115,09 triliun, tumbuh 31,96% YoY.
Bank Indonesia melaporkan lonjakan signifikan dalam transaksi pembayaran digital, mencapai 4,45 miliar transaksi pada Oktober 2025, mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 31,2% 1
Sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, dengan transaksi meningkat sebesar 139,45% YoY. Total nilai transaksi QRIS mencapai Rp13,8 miliar melalui sekitar 252.000 transaksi pada November 2025 2
Infrastruktur pembayaran Bank Indonesia, khususnya BI-FAST, memainkan peran penting dalam memfasilitasi peningkatan volume transaksi. Pada Oktober 2025, BI-FAST memproses 446,77 juta transaksi senilai Rp1.115,09 triliun, mewakili pertumbuhan 31,96% YoY 1
Melihat ke depan, BI berencana memperluas penerimaan QRIS secara internasional. Deputi Gubernur Filianingsih Hendrata mengumumkan rencana untuk mengaktifkan transaksi QRIS di China dan Korea Selatan mulai 2026, dengan negosiasi yang sedang berlangsung 3
Meskipun terjadi pertumbuhan signifikan dalam transaksi digital, BI melaporkan bahwa stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga. Hal ini dikaitkan dengan infrastruktur yang kuat, operasi industri yang andal, dan pasokan uang yang memadai. BI menekankan komitmennya untuk menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur pembayaran ritel dan grosir, serta memperkuat praktik manajemen risiko industri.
Digital Payment Surge
QRIS Expansion
International QRIS Implementation