Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perlambatan ekonomi Indonesia delapan bulan pertama 2025 karena salah urus, bukan faktor global. Ekonomi tumbuh 5,04% year-on-year di Q3 2025, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor kuat. Purbaya mencatat belanja pemerintah lambat di dua kuartal pertama tapi pulih di Q3 dengan pertumbuhan 5,49%, dan diharapkan terus membaik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perlambatan ekonomi Indonesia delapan bulan pertama 2025 disebabkan oleh kesalahan pengelolaan internal, bukan faktor ekonomi global. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Purbaya menyatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama disebabkan oleh masalah internal yang telah ditangani.
Ekonomi Indonesia menunjukkan tanda positif di Q3 2025 dengan pertumbuhan 5,04% year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor kunci termasuk permintaan domestik yang kuat dan kinerja ekspor yang baik. Selain itu, investasi tetap tangguh selama periode ini, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi keseluruhan.
Purbaya menekankan bahwa belanja pemerintah, yang lambat di dua kuartal pertama 2025, menunjukkan pemulihan signifikan di Q3. Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 5,49%, sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah selama kuartal tersebut. Menteri tersebut mencatat bahwa belanja pemerintah mengalami kontraksi sebesar 1,37% di Q1 dan tetap negatif sebesar 0,33% di Q2, sebelum akhirnya positif di Q3.
Untuk mencegah perlambatan ekonomi di masa depan, Purbaya menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga pola pengeluaran yang konsisten. Pemerintah berencana memastikan bahwa belanja pemerintah dilaksanakan lebih efisien ke depannya, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Purbaya meyakinkan bahwa langkah-langkah sedang diambil untuk mencegah keterlambatan belanja pemerintah, yang akan membantu menjaga momentum ekonomi hingga tahun depan.
Q3 2025 GDP Growth
Government Spending Recovery
Economic Policy Adjustment