Key insights and market outlook
Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04% secara tahunan pada kuartal III 2025, didorong oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor. Namun, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mencatat bahwa pertumbuhan ini tidak merata di seluruh komponen ekonomi. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebesar 0,56% secara kuartalan, menunjukkan perlambatan dalam belanja domestik.
Ekonomi Indonesia mempertahankan tingkat pertumbuhan yang kuat sebesar 5,04% secara tahunan pada kuartal ketiga 2025, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ini terutama didukung oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan kinerja ekspor, serta pemulihan bertahap dalam belanja pemerintah.
Meskipun angka pertumbuhan keseluruhan positif, Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan kekhawatiran bahwa ekspansi ekonomi tidak merata di berbagai komponen ekonomi. Analisis kuartal-ke-kuartal menunjukkan kontraksi 0,56% dalam konsumsi rumah tangga, menandakan potensi perlambatan dalam pola belanja domestik.
Misbakhun menekankan bahwa meskipun pertumbuhan 5% tergolong solid, sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa langkah-langkah stimulus fiskal dilaksanakan secara lebih efektif dan tepat waktu. Fokus harus diberikan pada peningkatan konsumsi dan inisiatif hilirisasi untuk menciptakan jalur pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang.
Fase ekonomi saat ini, yang dicirikan oleh Misbakhun sebagai 'menjaga momentum daripada akselerasi penuh,' menunjukkan bahwa pembuat kebijakan perlu menyusun strategi dengan hati-hati. Tantangannya adalah mempertahankan momentum pertumbuhan sambil mengatasi distribusi manfaat ekonomi yang tidak merata di berbagai sektor dan komponen.
Q3 2025 GDP Growth
Household Consumption Contraction