Key insights and market outlook
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global, dengan probabilitas resesi yang lebih rendah dibandingkan ekonomi besar seperti AS, China, dan Jepang. Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% selama tujuh tahun berturut-turut, dengan inflasi terkendali di angka 2,92% pada Desember, menunjukkan stabilitasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia dalam acara Indonesia Business Council (IBC) di Jakarta. Ia menekankan bahwa meskipun terjadi perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, perekonomian Indonesia tetap tumbuh sekitar 5% selama tujuh tahun berturut-turut. Tingkat inflasi terkendali di angka 2,92% pada Desember, lebih lanjut menunjukkan stabilitas ekonomi negara.
Airlangga menunjukkan bahwa probabilitas resesi Indonesia lebih rendah dibandingkan ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang, berdasarkan penilaian Bloomberg. Keunggulan komparatif ini disebabkan oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan pengelolaan tantangan ekonomi yang efektif. Pernyataan Menteri ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi, menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik bagi investor yang mencari stabilitas.
Pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan inflasi yang terkendali menggarisbawahi efektivitas kebijakan ekonomi Indonesia. Dengan lingkungan ekonomi yang stabil, pemerintah berada pada posisi yang baik untuk terus mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan dan mengurangi potensi guncangan ekonomi global. Pernyataan Airlangga memperkuat kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia dan potensinya sebagai destinasi investasi yang stabil di kawasan.
Economic Resilience Statement
Growth Stability Report