Key insights and market outlook
Meski pemerintah memutuskan untuk mengakhiri insentif Electric Vehicle (EV) di 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi bahwa pembiayaan kendaraan listrik akan terus tumbuh. OJK mengaitkan pertumbuhan ini dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, bertambahnya pilihan merek, dan kebijakan pendukung. Perusahaan multifinance disarankan untuk memperkuat manajemen risiko dan menyesuaikan skema pembiayaan untuk mempertahankan pertumbuhan.
Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang insentif Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) di 2026, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis bahwa pembiayaan kendaraan listrik melalui perusahaan multifinance akan terus tumbuh. Menurut Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, pertumbuhan ini akan didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, bertambahnya pilihan merek, dan kebijakan pendukung.
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, OJK menyarankan perusahaan multifinance untuk:
Keyakinan OJK terhadap pertumbuhan berkelanjutan mencerminkan kematangan ekosistem EV Indonesia. Meskipun insentif pemerintah akan berakhir, kekuatan pasar dan regulasi yang mendukung diharapkan dapat mempertahankan momentum di sektor pembiayaan kendaraan listrik sepanjang 2026.
EV Financing Growth Prediction
End of EV Incentives
OJK Regulatory Guidance