Key insights and market outlook
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan BBM nasional tetap aman meskipun beberapa SPBU swasta milik Shell dan VIVO masih kosong. Menteri menyatakan bahwa cadangan BBM nasional mencapai 18 hari, melebihi kebutuhan minimal. Sementara beberapa operator swasta belum melakukan pengisian ulang dari Pertamina, sumber BBM alternatif tetap tersedia melalui SPBU Pertamina dan BP-AKR.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meyakinkan publik bahwa pasokan BBM nasional tetap aman meskipun beberapa SPBU swasta milik Shell dan VIVO masih mengalami kekosongan stok. Menteri menekankan bahwa cadangan BBM nasional saat ini mencapai 18 hari, melebihi kebutuhan minimal 15-16 hari.
Kekosongan stok di SPBU swasta terjadi karena beberapa operator, khususnya Shell dan VIVO, belum membeli stok tambahan dari Pertamina Patra Niaga. Sebaliknya, BP-AKR telah melakukan pengisian ulang. Meskipun demikian, Bahlil meyakinkan bahwa pasokan BBM secara keseluruhan tetap stabil dan tidak ada risiko langsung kekurangan pasokan yang meluas.
Menteri menunjukkan bahwa konsumen masih dapat membeli BBM di SPBU yang memiliki stok, seperti Pertamina dan BP-AKR, sehingga masyarakat tetap memiliki akses ke BBM meskipun ada kekosongan di beberapa SPBU swasta. 'Masyarakat masih bisa membeli bensin di SPBU yang stoknya ada, seperti Pertamina dan BP-AKR,' jelas Bahlil.
Menurut laporan dari Shell, perusahaan belum mencapai kesepakatan bisnis dengan Pertamina, sehingga mereka belum melakukan pengisian ulang stok BBM. Situasi ini berkontribusi pada kekosongan stok yang terus berlanjut di SPBU Shell dan VIVO.
Bahlil menekankan bahwa pemerintah memantau situasi ini dengan ketat dan yakin akan stabilitas pasokan BBM nasional. Ia menyatakan, 'Saya harus meyakinkan bahwa, sampai dengan hari ini stok BBM kita aman, cadangan kita di angka 18 hari, minimalnya itu kan 18 hari sampai dengan 19 hari.' Jaminan pemerintah ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran publik tentang potensi kelangkaan BBM.
Fuel Stockout at Private Stations
Government Assurance on Fuel Supply