Key insights and market outlook
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau kerusakan infrastruktur listrik Aceh pascabanjir dan longsor yang merusak 12 menara transmisi. Menteri menekankan pentingnya pemulihan cepat pasokan listrik, mengingat tantangan besar dalam menjangkau wilayah terdampak. PLN (perusahaan listrik milik negara) bekerja 24 jam untuk memulihkan listrik dengan dukungan pemerintah. Bencana ini menyebabkan banyak wilayah terisolasi dengan kerusakan signifikan pada infrastruktur kelistrikan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Bencana alam ini menghancurkan 12 menara transmisi milik PLN, perusahaan listrik negara, sehingga sangat berdampak pada pasokan listrik wilayah tersebut. Menteri mengunjungi Bireuen, di mana lima menara transmisi 150 kV roboh, sehingga mengganggu distribusi listrik dari pembangkit di Arun dan Nagan Raya.
Bahlil menekankan tantangan besar dalam pemulihan listrik, terutama dalam menjangkau menara transmisi yang rusak. Banyak wilayah terdampak yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat dan hanya bisa diakses menggunakan helikopter, sehingga mempersulit pengiriman material perbaikan dan mobilisasi personel. 'Kami bekerja untuk memastikan logistik bahan bakar dan mempercepat proses pemulihan,' kata Bahlil. Menteri memuji upaya PLN sambil menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk memulihkan pasokan listrik.
Direktur PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan bahwa perusahaan bekerja 24 jam untuk memulihkan listrik. 'Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menormalkan sistem kelistrikan secepat mungkin sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,' katanya. Upaya pemulihan ini didukung oleh berbagai lembaga pemerintah, termasuk TNI, Polri, dan komunitas lokal.
Dalam kunjungannya, Menteri Bahlil juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak, termasuk bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons komprehensif pemerintah terhadap bencana, yang mencakup kebutuhan kemanusiaan dan pemulihan infrastruktur.
Infrastructure Damage Assessment
Electricity Restoration Efforts
Humanitarian Aid Distribution