Key insights and market outlook
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, mendesak British Petroleum (BP) untuk mengalokasikan participating interest (PI) bagi Papua dalam pengembangan proyek amonia di Teluk Bintuni, Papua Barat. Permintaan ini disampaikan Bahlil saat bertemu dengan BP, menekankan pentingnya manfaat bagi masyarakat lokal dari proyek-proyek besar di wilayah tersebut. Proyek amonia ini dikembangkan bersama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, telah membuat permintaan signifikan kepada British Petroleum (BP) untuk mengalokasikan participating interest (PI) bagi Papua dalam proyek amonia yang dikembangkan di Teluk Bintuni, Papua Barat. Pengembangan ini merupakan bagian dari kolaborasi yang lebih besar yang mencakup PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak perusahaan Pertamina.
Bahlil, yang juga merupakan putra asli Papua, menekankan bahwa permintaannya kepada BP didorong oleh rasa tanggung jawab untuk memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari proyek-proyek besar di wilayah mereka. Menteri menyampaikan permintaan ini selama pertemuan dengan perwakilan BP, menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan pembangunan ekonomi lokal.
Proyek amonia di Teluk Bintuni merupakan pengembangan signifikan bagi wilayah tersebut, dengan potensi manfaat ekonomi yang dapat mengubah perekonomian lokal. Dengan meminta participating interest untuk Papua, Bahlil berupaya memastikan bahwa wilayah tersebut menerima bagian yang adil dari manfaat ekonomi proyek. Langkah ini dipandang sebagai langkah menuju otonomi regional yang lebih besar dan partisipasi ekonomi.
Sebagai putra Papua, Bahlil mengungkapkan komitmen pribadinya untuk memastikan Papua mendapatkan manfaat dari sumber daya alamnya. Ia menyatakan bahwa pengalokasian participating interest kepada Papua akan menjadi pemenuhan tanggung jawabnya terhadap tanah airnya. Keterkaitan pribadi ini menggarisbawahi pentingnya perwakilan lokal dalam keputusan kebijakan energi nasional.
Permintaan yang disampaikan Menteri Bahlil kepada BP menyoroti penekanan yang meningkat pada konten lokal dan manfaat masyarakat di sektor energi Indonesia. Ketika proyek amonia ini berkembang, pengalokasian participating interest untuk Papua dapat menjadi preseden bagi pengembangan energi di masa depan di wilayah tersebut, memastikan bahwa masyarakat lokal menjadi bagian integral dari proses perencanaan ekonomi.
Request for Participating Interest Allocation
Amine Project Development in West Papua