Key insights and market outlook
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyoroti kerentanan lereng yang tinggi di Sumatera setelah terjadinya banjir dan longsor yang merenggut ratusan nyawa. PII merekomendasikan empat langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di kawasan lereng, termasuk pembuatan terasering, meminimalkan pemukiman di lereng, menghindari pembangunan di bantaran sungai, dan menanam vegetasi berakar dalam. Langkah-langkah ini bertujuan mencegah bencana serupa di masa depan dengan mengatasi akar penyebab ketidakstabilan lereng.
Banjir dan longsor dahsyat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini telah menyebabkan banyak korban jiwa, dengan 631 orang meninggal dan 472 orang hilang yang dilaporkan hingga 2 Desember 2025. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) telah mengidentifikasi kerentanan lereng yang tinggi sebagai faktor utama yang berkontribusi pada bencana ini. Organisasi ini mengaitkan ketidakstabilan lereng dengan penurunan tutupan vegetasi di kawasan lereng, yang meningkatkan aliran air saat hujan lebat.
Untuk mengatasi tantangan ini, PII telah mengusulkan empat langkah mitigasi penting untuk kawasan permukiman di lereng:
PII juga menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda peringatan dini longsor, seperti perubahan orientasi tanaman atau kemiringan struktur yang sebelumnya tegak. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi ini, organisasi ini bertujuan mengurangi risiko bencana di masa depan di kawasan lereng yang rentan di seluruh Indonesia.