Key insights and market outlook
Utang luar negeri Indonesia turun sedikit menjadi $423,8 miliar pada November 2025 dari $424,9 miliar bulan sebelumnya. Utang pemerintah turun menjadi $209,8 miliar, sementara utang swasta menurun menjadi $191,2 miliar. Rasio utang terhadap PDB membaik menjadi 29,3% dari 29,4% di Oktober 2025. Bank Indonesia menyatakan struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat berkat pengelolaan yang hati-hati.
Utang luar negeri Indonesia mengalami penurunan sedikit menjadi $423,8 miliar pada November 2025, turun dari $424,9 miliar di Oktober 2025. Penurunan marginal ini didorong oleh pengurangan utang pemerintah dan swasta. Rasio utang terhadap PDB membaik sedikit menjadi 29,3% dari 29,4% bulan sebelumnya, menunjukkan posisi utang luar negeri yang stabil relatif terhadap output ekonomi negara.
Bagian utang pemerintah dari total utang luar negeri menurun menjadi $209,8 miliar pada November 2025. Pertumbuhan tahunan utang luar negeri pemerintah melambat menjadi 3,3% dari 4,7% di Oktober 2025. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh fluktuasi kepemilikan surat berharga negara oleh investor asing di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Pemerintah telah mempertahankan pendekatan hati-hati dalam pinjaman luar negeri, dengan 99,99% utang luar negeri pemerintah berjangka panjang, menunjukkan strategi pengelolaan utang yang prudent.
Utang luar negeri swasta juga menurun menjadi $191,2 miliar, menunjukkan kontraksi tahunan sebesar 1,3%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pinjaman oleh korporasi non-keuangan. Utang swasta terkonsentrasi pada industri utama seperti manufaktur, jasa keuangan, dan energi, yang bersama-sama mencakup 80,5% dari total utang luar negeri swasta.
Bank Indonesia menekankan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung oleh praktik pengelolaan yang hati-hati. Bank sentral, bersama dengan pemerintah, terus memantau perkembangan utang luar negeri untuk memastikan bahwa utang tersebut mendukung pembangunan nasional sambil meminimalkan risiko terhadap stabilitas ekonomi. Dominasi utang jangka panjang (86,1% dari total utang luar negeri) semakin memperkuat ketahanan posisi utang luar negeri Indonesia.
Penurunan sedikit utang luar negeri Indonesia, bersama dengan rasio utang terhadap PDB yang stabil, mencerminkan posisi eksternal negara yang kuat. Pengelolaan yang terus berhati-hati dan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah akan sangat penting dalam menjaga stabilitas ini dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
External Debt Reduction
Debt-to-GDP Ratio Improvement