Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik perbankan karena bermain aman dengan lebih memilih investasi di surat berharga pemerintah daripada menyalurkan kredit ke sektor riil. Meski ada injeksi likuiditas Rp200 triliun dari pemerintah ke bank-bank Himbara, pertumbuhan kredit tetap stagnan di sekitar 7%. Purbaya menyebut kurangnya koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai penyebabnya, meski dia mengakui komunikasi antar kedua lembaga kini mulai membaik. Kelompok pengusaha seperti Apindo menyerukan stimulus yang lebih komprehensif untuk mengatasi biaya modal yang tinggi dan lemahnya permintaan konsumen.
Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengkritik bank komersial karena berhati-hati dalam memberikan pinjaman, dengan lebih memilih investasi di surat berharga pemerintah daripada memberikan kredit kepada dunia usaha. Meski ada injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun ke bank-bank milik negara pada September lalu, pertumbuhan kredit tetap stagnan di kisaran 7% selama enam bulan terakhir.
Purbaya menyebut pertumbuhan kredit yang lamban disebabkan oleh masalah koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter, meski dia mencatat bahwa komunikasi antar kedua lembaga kini mulai membaik dalam sebulan terakhir, terutama dua minggu belakangan. Dia menekankan bahwa sinkronisasi kebijakan antara Kemenkeu dan BI akan sangat krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di 2026, dengan target 6%.
Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) turut menyuarakan keprihatinan tentang tingginya biaya modal dan lemahnya permintaan konsumen. Berdasarkan survei Apindo, 43,05% pelaku usaha mengeluhkan tingginya suku bunga pinjaman, dengan rata-rata suku bunga pinjaman perbankan tetap di level 8,96% pada November 2025, meskipun BI rate telah diturunkan menjadi 4,75%.
Untuk mengatasi tantangan ini, Apindo menyerukan paket stimulus komprehensif yang menyasar sisi penawaran dan permintaan ekonomi. Ini termasuk mengurangi biaya tinggi dalam berbisnis dengan menurunkan biaya input seperti bahan baku, tenaga kerja, dan energi, serta meningkatkan efisiensi layanan keuangan.
Liquidity Injection into State Banks
Criticism of Banking Lending Practices
Call for Comprehensive Economic Stimulus