Indonesia's Finance Minister Criticizes Banks for 'Playing it Safe' Amidst Stagnant Credit Growth
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 5
Sources1 verified

Menteri Keuangan Kritik Bank 'Main Aman' di Tengah Stagnasi Pertumbuhan Kredit

Tim Editorial AnalisaHub·5 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik perbankan karena bermain aman dengan lebih memilih investasi di surat berharga pemerintah daripada menyalurkan kredit ke sektor riil. Meski ada injeksi likuiditas Rp200 triliun dari pemerintah ke bank-bank Himbara, pertumbuhan kredit tetap stagnan di sekitar 7%. Purbaya menyebut kurangnya koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai penyebabnya, meski dia mengakui komunikasi antar kedua lembaga kini mulai membaik. Kelompok pengusaha seperti Apindo menyerukan stimulus yang lebih komprehensif untuk mengatasi biaya modal yang tinggi dan lemahnya permintaan konsumen.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Menteri Keuangan Kritik Perilaku Pinjaman Bank yang Cautious

Pertumbuhan Kredit Stagnan di Tengah Injeksi Likuiditas

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengkritik bank komersial karena berhati-hati dalam memberikan pinjaman, dengan lebih memilih investasi di surat berharga pemerintah daripada memberikan kredit kepada dunia usaha. Meski ada injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun ke bank-bank milik negara pada September lalu, pertumbuhan kredit tetap stagnan di kisaran 7% selama enam bulan terakhir.

Tantangan Koordinasi Kebijakan

Purbaya menyebut pertumbuhan kredit yang lamban disebabkan oleh masalah koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter, meski dia mencatat bahwa komunikasi antar kedua lembaga kini mulai membaik dalam sebulan terakhir, terutama dua minggu belakangan. Dia menekankan bahwa sinkronisasi kebijakan antara Kemenkeu dan BI akan sangat krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di 2026, dengan target 6%.

Keprihatinan Komunitas Bisnis

Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) turut menyuarakan keprihatinan tentang tingginya biaya modal dan lemahnya permintaan konsumen. Berdasarkan survei Apindo, 43,05% pelaku usaha mengeluhkan tingginya suku bunga pinjaman, dengan rata-rata suku bunga pinjaman perbankan tetap di level 8,96% pada November 2025, meskipun BI rate telah diturunkan menjadi 4,75%.

Rekomendasi Kebijakan

Untuk mengatasi tantangan ini, Apindo menyerukan paket stimulus komprehensif yang menyasar sisi penawaran dan permintaan ekonomi. Ini termasuk mengurangi biaya tinggi dalam berbisnis dengan menurunkan biaya input seperti bahan baku, tenaga kerja, dan energi, serta meningkatkan efisiensi layanan keuangan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Credit GrowthMonetary PolicyBanking SectorEconomic Stimulus

Key Events

1

Liquidity Injection into State Banks

2

Criticism of Banking Lending Practices

3

Call for Comprehensive Economic Stimulus

Timeline from 1 verified sources