Key insights and market outlook
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi peringatan Bank Dunia tentang defisit APBN yang melebar, yang diproyeksikan mencapai 2,9% pada 2027. Purbaya mengkritik rekam jejak peramalan Bank Dunia, menyatakan bahwa prediksi mereka sering kali tidak akurat. Ia menekankan bahwa kemampuan pemerintah dalam mengelola belanja dan meningkatkan pendapatan akan menentukan ukuran defisit sebenarnya, menyoroti perbaikan terbaru dalam pengumpulan pajak melalui implementasi AI di Bea Cukai.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, telah menanggapi peringatan Bank Dunia tentang potensi defisit APBN yang melebar hingga 2,9% pada 2027. Purbaya mengungkapkan skeptisisme tentang kemampuan peramalan Bank Dunia, menyatakan bahwa prediksi mereka sering kali tidak akurat. Menteri tersebut menekankan bahwa ukuran defisit sebenarnya akan bergantung pada efektivitas pemerintah dalam mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan pengumpulan pendapatan.
Purbaya menyoroti kemajuan terbaru dalam administrasi pajak, khususnya implementasi Artificial Intelligence (AI) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia mencatat bahwa adopsi AI telah memberikan hasil signifikan, dengan perolehan minimal Rp 1 triliun. Menteri tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa perbaikan lanjutan dalam operasi bea cukai akan menghasilkan pengurangan substansial dalam kebocoran pendapatan.
Tanggapan Menteri Keuangan mencerminkan keyakinan pemerintah atas kemampuan manajemen fiskalnya. Pemerintah saat ini fokus pada peningkatan pengumpulan pendapatan melalui peningkatan teknologi dan perbaikan proses. Pernyataan Purbaya menunjukkan bahwa pemerintah tidak terlalu khawatir tentang proyeksi Bank Dunia dan lebih fokus pada implementasi langkah-langkah untuk memperkuat disiplin fiskal dan meningkatkan kepatuhan pajak.
Government Response to Deficit Warning
Revenue Collection Improvement Initiatives