Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa tidak ada rencana penambahan dana negara ke bank BUMN pada akhir tahun 2025. Keputusan ini mengikuti alokasi sebelumnya sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN besar termasuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI. Keputusan ini didasarkan pada antisipasi peningkatan likuiditas selama periode tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah tidak berencana menambah dana negara di bank-bank BUMN selama sisa tahun 2025. Keputusan ini diambil setelah pemerintah sebelumnya telah menyalurkan Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN besar termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Rasional di balik keputusan ini, sebagaimana dijelaskan oleh Astera Primanto Bhakti, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, adalah antisipasi peningkatan likuiditas di akhir tahun. Kementerian memperkirakan bahwa likuiditas akan meningkat secara alami selama periode ini, sehingga tidak diperlukan lagi alokasi dana negara tambahan ke bank-bank tersebut.
Keputusan ini menunjukkan bahwa lima bank BUMN besar akan terus beroperasi tanpa injeksi dana negara tambahan selama sisa tahun 2025. Alokasi sebelumnya sebesar Rp 200 triliun merupakan langkah signifikan untuk mendukung institusi-institusi ini, dan keputusan saat ini menunjukkan kepercayaan pada kemampuan mereka untuk mengelola likuiditas hingga akhir tahun.
State Funds Allocation Decision
Banking Liquidity Management