Key insights and market outlook
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jika gagal melakukan reformasi dalam setahun ke depan. Ekonom Bhima Yudhistira mendukung langkah ini, mengingat korupsi dan impor ilegal yang merajalela. Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran atas under-invoicing dan penyelundupan yang merugikan industri dalam negeri. Jika diimplementasikan, langkah ini dapat berdampak pada 16.000 pegawai. Ancaman ini menandai upaya signifikan untuk mengatasi masalah lama di lingkungan Bea Cukai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengeluarkan peringatan keras kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), mengancam akan membubarkan lembaga tersebut jika gagal menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu satu tahun ke depan. Pernyataan tegas ini muncul ketika pemerintah berupaya mengatasi masalah korupsi rampan, impor ilegal, dan under-invoicing yang telah lama menghantui lembaga Bea Cukai.
Ekonom Bhima Yudhistira dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) sangat mendukung sikap menteri. Menurut Bhima, lembaga Bea Cukai dinilai tidak efektif dalam menekan praktik impor ilegal dan under-invoicing yang sangat merugikan industri dalam negeri Indonesia. Bhima berpendapat bahwa peringatan menteri sangat beralasan dan diperlukan untuk mengatasi masalah kronis ini.
Pembubaran DJBC berpotensi memiliki implikasi jauh lebih luas. Dengan sekitar 16.000 pegawai yang berisiko terkena PHK, langkah ini mewakili restrukturisasi besar-besaran operasi kepabeanan negara. Beberapa ahli mengusulkan privatisasi layanan kepabeanan, sebagaimana dilakukan pada era Orde Baru, sebagai alternatif yang mungkin, meskipun hal ini akan memerlukan pertimbangan matang terhadap serangkaian tantangan dan konsekuensinya.
Peringatan menteri dianggap sebagai peringatan keras bagi Bea Cukai untuk segera mengatasi masalah kinerja dan integritasnya. Tahun depan akan menjadi periode kritis dalam menentukan apakah DJBC dapat mengimplementasikan reformasi yang diperlukan untuk menghindari langkah-langkah yang lebih drastis. Situasi ini menyoroti komitmen pemerintah untuk menangani korupsi dan inefisiensi di lembaga negara.
Potential Dissolution of Customs Directorate
Threat of Major Restructuring
Anti-Corruption Measures in Customs