Key insights and market outlook
Bank Indonesia memperingatkan adanya ancaman siber global senilai $23,8 triliun di 2027, setara dengan Rp 397,26 kuadriliun. Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya peningkatan ketahanan digital di sektor keuangan Indonesia. Ancaman ini mencakup serangan canggih seperti serangan middleware, pengambilalihan akun, dan rekayasa sosial. Lembaga keuangan harus berinovasi untuk mengurangi risiko ini di tengah meningkatnya kompleksitas digital.
Bank Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan terhadap lanskap ancaman siber global yang meningkat, dengan potensi kerugian yang diproyeksikan mencapai $23,8 triliun pada tahun 2027, setara dengan sekitar Rp 397,26 kuadriliun. Ancaman besar ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi sektor keuangan Indonesia untuk memperkuat pertahanan digitalnya.
Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta menyoroti meningkatnya kecanggihan serangan siber, termasuk serangan middleware, upaya pengambilalihan akun, penggunaan IP sintetik, serangan berbasis data, dan taktik rekayasa sosial. Ancaman kompleks ini menargetkan baik lembaga keuangan maupun masyarakat umum, sehingga memerlukan langkah-langkah keamanan yang komprehensif.
Industri jasa keuangan menghadapi tantangan kritis dalam meningkatkan ketahanan digital untuk mengurangi potensi kerugian akibat penipuan dan kejahatan siber. Filianingsih menekankan bahwa sektor ini harus berinovasi dan meningkatkan kerangka kerja keamanan siber untuk menangani ancaman baru ini secara efektif. Peringatan bank sentral ini menandakan seruan aksi yang lebih luas bagi lembaga keuangan Indonesia untuk memperkuat pertahanan mereka terhadap ancaman siber.
Cyber Threat Warning
Digital Resilience Call to Action