Key insights and market outlook
Sektor keuangan Indonesia menghadapi ancaman siber yang meningkat, dengan para ahli memperingatkan potensi dampak sistemik terhadap stabilitas keuangan nasional. Indonesian Risk Professional Association (IRPA) telah merilis penilaian berbasis risiko untuk membantu bank memperkuat langkah-langkah keamanan siber mereka. Insiden baru-baru ini, termasuk dugaan peretasan sistem pembayaran BI-FAST, telah menyoroti kerentanan infrastruktur keuangan. Para ahli menekankan bahwa keamanan siber sangat krusial untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas dalam ekonomi digital.
Sektor keuangan Indonesia menghadapi ancaman serangan siber yang meningkat, dengan para ahli memperingatkan bahwa pelanggaran berskala besar dapat memiliki konsekuensi parah bagi stabilitas keuangan nasional. Indonesian Risk Professional Association (IRPA) telah merilis penilaian berbasis risiko untuk membantu lembaga keuangan memperkuat langkah-langkah keamanan siber mereka.
Dugaan peretasan sistem pembayaran BI-FAST yang dikelola oleh Bank Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan infrastruktur keuangan kritis. Insiden yang terjadi antara 2024 dan Maret 2025 ini melibatkan transaksi anomali dan potensi penipuan elektronik, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Meskipun Bank Indonesia telah meyakinkan bahwa infrastruktur BI-FAST secara keseluruhan tetap aman dan mematuhi standar internasional, insiden ini menyoroti pentingnya langkah-langkah keamanan internal yang kuat di antara bank-bank peserta.
Para ahli industri menekankan bahwa keamanan siber yang efektif bukan hanya langkah perlindungan, tetapi juga fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam ekonomi digital. Lanskap ancaman semakin kompleks, dengan aktor lintas batas dan kerentanan rantai pasokan menambah tantangan. Para ahli memperingatkan bahwa dampak serangan siber melampaui kerugian finansial, berpotensi merusak reputasi institusi dan kepercayaan publik.
Pemerintah dan pemangku kepentingan industri bekerja sama untuk meningkatkan kapabilitas keamanan siber. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menyoroti pentingnya literasi digital dan faktor manusia dalam keamanan siber, mencatat bahwa sekitar 70% aspek keamanan bergantung pada perilaku manusia. Penilaian risiko IRPA bertujuan untuk memberikan lembaga keuangan kerangka kerja komprehensif untuk mengevaluasi dan memperkuat postur keamanan siber mereka.
BI-FAST Payment System Suspected Hack
IRPA Risk Assessment Release
Cybersecurity Threat Escalation