Key insights and market outlook
Industri fintech lending Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp 92,92 triliun pada Oktober 2025, meningkat 23,86% secara tahunan 1
Industri fintech lending Indonesia telah mengalami pertumbuhan signifikan, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp 92,92 triliun pada Oktober 2025, meningkat 23,86% secara tahunan 1
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa meskipun rasio kredit macet agregat membaik menjadi 2,76% pada Oktober 2025, angka ini tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi risiko gagal bayar, terutama pada platform dengan konsentrasi eksposur kredit pada sektor atau peminjam tertentu 1
Kasus yang menonjol pada 2025 melibatkan PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), dimana enam peminjam besar gagal bayar secara bersamaan, mengakibatkan potensi kerugian Rp 178,27 miliar per 3 Maret 2025. Insiden ini menyoroti kerentanan dalam praktik manajemen risiko dan kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat 1
Sebagai respons terhadap tantangan ini, OJK menekankan pentingnya penilaian risiko yang tepat dan pendidikan peminjam. Regulator mendorong lender untuk mengadopsi mekanisme penilaian kredit yang kuat dan mempertahankan cadangan modal yang memadai. Bagi konsumen, OJK merekomendasikan pertimbangan yang cermat terhadap syarat pinjaman dan memilih platform yang terdaftar dan patuh 2
Meskipun terdapat tantangan, sektor fintech lending diharapkan terus tumbuh, didorong oleh meningkatnya permintaan akan opsi pembiayaan alternatif. Namun, pemangku kepentingan harus mengatasi risiko yang ada melalui tata kelola yang lebih baik, kepatuhan regulasi yang ditingkatkan, dan praktik manajemen risiko yang lebih efektif.
Fintech Lending Growth
Default Risk Increase
Regulatory Oversight