Key insights and market outlook
Industri pinjaman fintech Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan pada 2025 dengan outstanding pinjaman mencapai Rp92,92 triliun pada Oktober 2025, atau meningkat 23,86% secara tahunan 2
Industri pinjaman fintech Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan pada 2025, dengan outstanding pinjaman mencapai Rp92,92 triliun pada Oktober 2025, atau meningkat 23,86% secara tahunan 2
Meski angka pertumbuhan positif, sektor ini menghadapi tantangan signifikan terkait meningkatnya kredit macet (NPL). Hingga Oktober 2025, terdapat 22 platform pinjaman fintech dengan NPL di atas 5%, terutama pada segmen pembiayaan produktif yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi 1
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan rencana pengenalan regulasi yang lebih ketat. Langkah-langkah utama meliputi:
Regulasi yang lebih ketat dan meningkatnya NPL telah menyebabkan beberapa perusahaan pinjaman fintech menghadapi tantangan operasional. Kasus-kasus terkenal termasuk PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde), dan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) 2
Tantangan di sektor pinjaman fintech muncul di tengah lanskap keuangan yang lebih luas yang ditandai oleh:
Fintech Lending Regulation Tightening
NPL Increase in Fintech Sector
OJK Regulatory Measures